Konferensi pers kasus pencabulan dan persetubuhan di Polresta Malang Kota, Kamis 20 Januari 2022. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq
Konferensi pers kasus pencabulan dan persetubuhan di Polresta Malang Kota, Kamis 20 Januari 2022. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq

Korban Pencabulan Pelatih Tari Dapat Pengobatan Trauma

Nasional kejahatan seks pencabulan pelecehan seksual pencabulan anak
Daviq Umar Al Faruq • 20 Januari 2022 21:25
Malang: Polresta Malang Kota bekerjasama dengan tim trauma healing akan memulihkan kondisi para korban pencabulan yang dilakukan seorang pelatih Sendratari Jaranan berinisial YR, 37.
 
"Akibat dari perbuatan pelaku Alhamdulillah tidak ada yang hamil. Tetapi kita masih berpikir dari Polresta Malang Kota terkait masalah psikologis. Oleh karena itu kita mengedepankan dari tim trauma healing untuk membantu healing," kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol
Tinton Yudha Priambodo, Kamis, 20 Januari 2022.
 
Baca: Kapal Berpenumpang 15 Orang Tenggelam di Perairan Pulau Kabat

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tinton menjelaskan pemulihan trauma bagi para korban merupakan sebuah hal yang mendesak. Pasalnya korban rata-rata masih berusia 12-15 tahun.
 
"Pembangkitan daripada psikologi anak itu sehingga dapat (pulih). Memang ada trauma. Oleh karena itu dari tim trauma healing bekerja keras untuk mengembalikan psikologi anak tersebut akibat dari perbuatan pelaku," jelasnya.
 
Tinton menjelaskan beberapa korban mengaku beberapa kali mendapatkan perlakuan pencabulan dan persetubuhan oleh pelaku. Aksi itu dilakukan pelaku di lantai 2 sanggar tari milik pelaku.
 
"Bermacam-macam waktu. Ini masih kita gali satu persatu. Karena ada korban yang dicabuli sebanyak tiga kali, dua kali, satu kali. Juga ada yang disetubuhi tiga kali," ungkapnya.
 
Modus yang dijalankan oleh pelaku untuk membujuk korban yakni dengan dalih meditasi dan ritual. Pelaku berdalih bila anak didiknya menjalankan ritual, maka mereka bisa menari dengan baik.
 
"Sehingga korban diajak naik ke lantai 2, di salah satu kamar. Di sana juga seperti dilakukan hal-hal ritual seperti itu dengan tujuan agar korban percaya. Dari situlah pelaku memperdayai daripada mensetubuhi dan mencabuli dari korban," ujarnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif