Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu dilakukan vaksinasi pertama bersamaan dengan 85 tenaga kesehatan yang ada di Pontianak. ANTARA/Dokumen
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu dilakukan vaksinasi pertama bersamaan dengan 85 tenaga kesehatan yang ada di Pontianak. ANTARA/Dokumen

Tenaga Kesehatan di Pontianak Mulai Divaksinasi Covid-19

Nasional Virus Korona protokol kesehatan Vaksinasi covid-19
ant • 14 Januari 2021 11:29
Pontianak: Sejumlah tenaga kesehatan di Pontianak mulai divaksin covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menjadi yang perama disusul dengan 85 tenaga kesehatan yang ada di daerah tersebut. 
 
"Setelah Kota Pontianak menerima sebanyak 10.400 dosis vaksin dari Dinkes Provinsi Kalbar, Rabu kemarin, 13 Januari maka hari ini mulai dilakukan vaksinasi pada tenaga kesehatan," kata Wali Kota Pontianak di Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono, Kamis, 14 Januari 2021.
 
Edi menjelaskan, untuk tahap pertama memang vaksinasi diperuntukkan bagi petugas kesehatan, karena mereka rentan terpapar covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian secara bertahap baru dilakukan vaksinasi pada TNI/Polri, ASN dan masyarakat," ujarnya.
 
Baca: Disuntik Vaksin, Gubernur Sumsel: Tidak Ada Gejala
 
Dia menambahkan, untuk tahap pertama tidak ada tenaga kesehatan yang menolak untuk dilakukan vaksinasi sehingga tidak ada masalah.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menyatakan, sebanyak 5.500 tenaga kesehatan akan menjadi sasaran vaksinasi covid-19 untuk tahap pertama di wilayah kota itu.
 
"Untuk tahap pertama sesuai arahan dari pemerintah pusat, maka vaksinasi ini kami prioritaskan bagi tenaga kesehatan dan petugas lapangan yang ada di Kota Pontianak," katanya.
 
Menurut dia, yang termasuk tenaga kesehatan itu, yakni orang yang berkecimpung dibidang medis, mulai dari dokter, perawat dan lainnya.
 
"Tetapi dari jumlah 5.500 tenaga kesehatan itu, nantinya tidak semuanya bisa dilakukan vaksin, tetapi dipilah lagi, karena bagi yang sudah terpapar belum bisa divaksin untuk sementara waktu sambil menunggu perkembangan selanjutnya, termasuk yang memiliki penyakit lainnya," ujar Sidiq.
 
"Setelah tenaga kesehatan selesai di vaksin, maka dilanjutkan dengan vaksinasi bagi TNI/Polri dan ASN serta para guru yang tugasnya banyak bersentuhan langsung kepada masyarakat, setelah itu baru dilanjutkan bagi masyarakat umum," katanya.
 

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif