ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Pembunuh Rangga Pernah Dipenjara 15 Tahun

Nasional pemerkosaan penganiayaan pembunuhan
Fajri Fatmawati • 19 Oktober 2020 18:54
Banda Aceh: Pembunuh Rangga, 9, seorang anak yang dibunuh karena mencegah ibunya diperkosa merupakan residivis kasus pembunuhan yang dihukum di lapas Tanjung Gusta, Sumatra Utara (Sumut).
 
Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Arief Sukmo Wibowo, mengatakan peristiwa tersebut merupakan pembunuhan yang kedua kalinya dilakukan oleh tesangka berinisial SB, 41.
 
"Pelaku pembunuhan dan pemerkosaan ini sebelumnya divonis selama 18 tahun dan sudah menjalani hukuman 15 tahun penjara di Tanjung Gusta Sumut," kata arief saat dikonfirmasi, Senin, 19 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pekik Terakhir Rangga Berjuang Cegah Ibunya Diperkosa
 
Arief menjelaskan SB mendapatkan asimilasi pengurangan masa tahanan karena covid-19 setelah bebas dari penjara SB langsung kembali ke kampung halamannya.
 
"Hasil pemeriksaaan dari pengakuan tesangka SB, 41, ini kebiasaannya selama di kampung setiap harinya dia berkebun di kebun sawit dan jalan yang sering dilintasi tersebut melewati rumah korban," jelas Arief.
 
Menurut Arief pelaku sudah lama mengintai rumah korban karena telah mengetahui kondisi dan situasi rumah maupun korbannya sendiri. Menurut Arief tersangka juga mengetahui profesi suami DN, 28, ibu Rangga yang merupakan korban pemerkosaan, suami DN kesehariannya mencari udang di malam hari.
 
"Jadi mungkin si pelaku sudah membaca situasi yang seperti itu dan ada niat ingin memuaskan nafsunya sehingga pelaku langsung mencari kesempatan pada jam saat dini hari itu saat suaminya sedang tidak ada dirumah, sedang kerja," jelasnya.
 
Sebelumnya kisah tragis yang terjadi di Aceh menimpa seorang anak bernama Rangga, 9, dia dibunuh karena berusaha mencegah ibunya diperkosa pada Sabtu, 10 Oktober 2020. Rangga dibacok bertubi-tubi sebanyak 10 kali hingga tewas.
 
SB ditangkap tidak lama dari kejadian tersebut dan ditetapkan tersangka dan dijerat dengan pasal berlapis yakni, Pasal 338 jo 340 jo 285 jo 351 ayat 2 KUHPidana dan/atau Pasal 80 UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan aancaman hukuman mati.
 
Selang beberapa hari mendekam di penjara SB meninggal di dalam sel tahanan Polres Langsa. Awalnya tersangka sempat mengeluh sesak nafas dan sempat di larikan dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif