Ilustrasi--Petugas melakuan pendataan tempat usaha yang masih beroperasi di masa pembatasan aktivitas masyarakat di Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Medcom.id/Antonio)
Ilustrasi--Petugas melakuan pendataan tempat usaha yang masih beroperasi di masa pembatasan aktivitas masyarakat di Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Medcom.id/Antonio)

Pembatasan Sosial di Kutai Kartanegara Diperpanjang hingga 28 Oktober

Nasional Virus Korona Pencegahan Covid-19 Protokol Covid-19
Antara • 14 Oktober 2020 21:37
Samarinda: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memperpanjang untuk kedua kalinya pembatasan sosial dan relaksasi adaptasi kebiasaan baru selama pandemi covid-19 hingga 28 Oktober 2020.
 
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Pelaksana tugas Bupati Kutai Kartanegara, Chairil Anwar, dengan Nomor:B-2554/DINKES/065.11/2020, tertanggal 14 Oktober 2020.
 
"Perkembangan kasus covid-19 belum menunjukkan ada penurunan kasus secara signifikan pada 14 hari pertama, dari 1-14 Oktober, sehingga diperpanjang,” kata Plt Bupati Kutai Kartanegara Chairil Anwar, Rabu, 14 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dijelaskannya, pada masa pembatasan sosial tahap pertama telah terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 498 sehingga akumulasi kasus di Kukar menjadi 1.717 kasus.
 
Baca juga:Positif Covid-19 di Kalimantan Timur Bertambah 210 Kasus
 
Pembatasan sosial tahap kedua mulai diberlakukan pada Kamis 15 Oktober 2020. Berkaitan dengan itu, seluruh pelaku usaha milik perorangan, swasta maupun yang menggunakan area publik milik pemerintah di wilayah Kukar, wajib membatasi jam operasional.
 
Pembatasan juga diberlakukan di fasilitas umum seperti pasar rakyat, pada pagi hari dibatasi, dari pukul 06.30 sampai dengan 09.30 WITA. Sedangkan pasar malam hanya boleh buka dari pukul 16.30 sampai 21.30 WITA.
 
“Restoran, angkringan, kafe, PKL, tenpat hiburan dan usaha sejenis hanya boleh buka hingga pukul 23.00 WITA. Pengunjung dibatasi hanya boleh 30 persen dari kapasitas ruangan/tempat duduk,” ungkap dia.

Dalam surat edaran juga dijelaskan kewajiban Pemilik usaha kafe atau restoran untuk melakukan rekayasa pengaturan ruangan dan tempat
 
“Dianjurkan untuk tidak makan atau minum di tempat dan lebih baik dibawa pulang ke rumah,” tegasnya.
 
Selain itu, untuk mencegah penularan covid-19, Chairil mengimbau masyarakat yang anggota keluarganya bergejala sakit khususnya saluran pernafasan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau unit layanan covid-19 di rumah sakit terdekat.
 
Chairil juga meminta warga yang sedang menjalani karantina untuk mematuhi semua protokol kesehatan dan tidak diperkenankan keluar dari tempat karantina, serta melakukan kontak secara fisik dengan anggota keluarga yang lain.
 
“Warga wajib menggunakan masker secara baik dan sesuai standar kesehatan," jelasnya.

 
(MEL)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif