Pasar Hewan di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Pasar Hewan di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

PMK Merebak, Pemkab Malang Instruksikan Penutupan Semua Pasar Hewan

Nasional penyakit aneh Hewan Ternak penyakit menular sapi Jawa Timur Penyakit Mulut dan Kuku
Daviq Umar Al Faruq • 13 Mei 2022 15:40
Malang: Pemerintah Kabupaten Malang mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 800/3699/35.07.201/2022 tentang Kewaspadaan Dini Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Surat tersebut terbit per 12 Mei 2022 dan ditandatangani langsung oleh Bupati Malang, M Sanusi.
 
Ada lima poin dalam surat edaran tersebut. Pertama, pembatasan lalu lintas ternak (masuk dan keluar) dari dan menuju Kabupaten Malang. 
 
Kedua, penutupan sementara semua pasar hewan terhitung sejak diterbitkan surat sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Ketiga, menghentikan operasional tempat pemotongan hewan (TPH) milik perorangan dan mengalihkan pemotongan ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keempat, melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang dan pasar hewan. Terakhir, seleksi ketat penyembelihan/pemotongan ternak ruminansia di Rumah Potong Hewan (RPH).
 
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Woro Hamrukmi, mengatakan, penerbitan SE tersebut sebagai langkah pencegahan penularan PMK di Kabupaten Malang. Sebab, tingkat penularan PMK ini diakuinya mencapai 100 persen.
 
"Artinya, jika ada satu hewan ternak saja yang terpapar PMK, maka dalam 24 jam yang lain bisa tertular semua. Selain bisa menular melalui pernapasan, juga bisa menular dari liur, susu dan kencing hewan ternak," katanya saat dikonfirmasi, Jumat 13 Mei 2022.
 
Baca: Polisi Awasi Ketat Alur Distribusi Hewan Ternak Masuk Jabar
 
Woro menambahkan, berdasarkan catatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, sampai saat ini, ada 150 ekor hewan ruminansia yang terpapar PMK di Kabupaten Malang. Ratusan ternak tersebut saat ini sedang ditangani.
 
"Dari 150 ekor itu saat ini sedang dalam proses pengobatan. Namun Alhamdulillah setiap hari ada yang sembuh," imbuhnya.
 
Saat ini, Pemkab Malang bersama pihak kepolisian serta instansi terkait tengah melakukan pemantauan secara rutin. Mulai di pasar hewan hingga rumah pemotongan hewan (RPH) di wilayah Kabupaten Malang.
 
"Mereka juga secara rutin juga akan melakukan sterilisasi di pasar hewan dan RPH tersebut," ujarnya.
 
Di sisi lain, Woro mengimbau agar para peternak tidak panik dalam menghadapi wabah PMK ini. Sebab diakuinya, meski tingkat penularan mencapai 100 persen, namun resiko kematiannya kecil, asalkan peternak rajin melakukan pencegahan dini.
 
"Virus PMK ini mudah mati jika berada pada tingkat keasaman 6 pH. Untuk menjaga keasaman kandang bisa juga disiram dengan kapur secara rutin," jelasnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif