ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.
ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.

Stunting Hambat Peningkatan Indeks Modal Manusia

Nasional stunting
Daviq Umar Al Faruq • 29 Februari 2020 19:26
Malang: Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menyebut Indonesia saat ini menempati peringkat ke-87 dari 157 negara dalam Indeks Modal Manusia atau Human Capital Index (HCI) yang dikeluarkan Bank Dunia. Indeks Modal Manusia adalah indikator baru dalam mengukur aspek sumber daya manusia.
 
Terawan menjelaskan Indeks Modal Manusia Indonesia belum optimal lantaran faktor stunting.
 
"Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, dan menurunkan produktivitas. Dampak kedepannya menghambat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kemiskinan serta kesenjangan. Tingkat kecerdasan anak Indonesia berada di urutan 64 terendah dari 65 negara," kata Terawan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu, 29 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Penyebab Stunting Tidak Hanya karena Masalah Gizi
 
Terawan menjelaskan dalam Indeks Modal Manusia, Indonesia mendapat skor 0,53. Skor tersebut didapat berdasarkan capaian pendidikan dan status kesehatan masyarakat di Indonesia. Lewat skor itu, diperkirakan anak-anak Indonesia yang lahir saat ini, 18 tahun kemudian hanya dapat mencapai 53 persen dari potensi produktivitas maksimumnya.
 
"Kekurangan gizi selain disebabkan oleh masalah pangan, diperberat oleh adanya infeksi penyakit, baik menular maupun tidak menular, kemudian sanitasi yang buruk, ketersediaan air minum yang layak, serta pola asuh keluarga," ungkap Terawan.
 
Oleh karena itu Terawan ingin ada upaya pencegahan stunting yang dilakukan pada seribu hari pertama kehidupan yang dimulai sejak ibu hamil sampai dengan anak berusia 2 tahun. Periode ini disebut sebagai Golden Periode dan sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita.
 
"Dengan penanganan yang tepat pada 1000 hari pertama kehidupan, maka akan lahir dan tumbuh bayi yang terhindar dari gangguan gizi serta berkembang secara optimal," pungkas Terawan.
 
Baca: Stunting Bukan Kerdil
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif