Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, MI/Ramdani.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, MI/Ramdani.

Ganjar Ancam Potong Gaji ASN yang Melanggar Protokol Kesehatan

Nasional Virus Korona
Mustholih • 03 Agustus 2020 14:49
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertimbangkan menerapkan denda juga potong gaji aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar protokol kesehatan covid-19. Denda dinilai perlu diberikan untuk mendisiplinkan perilaku ASN dalam menerapkan protokol kesehatan.
 
"Saya tadi minta, dari pada menghukum masyarakat, kita coba latihan dulu dengan menghukum diri sendiri. Saya minta disiapkan konsepnya, mulai ASN dulu yang melanggar akan didenda," kata Ganjar, Semarang, Jateng, Senin, 3 Agustus 2020.
 
Ganjar mengungkap, aturan denda pelanggaran protokol kesehatan covid-19 sedang digodok. Ganjar menegaskan, tidak ada alasan bagi ASN ketika mendapat hukuman untuk membayar denda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau enggak punya uang, ya potong gajinya. Saya minta ini disiapkan dan segera disimulasikan," tegasnya.
 
Baca:Pekerja Hiburan Malam Minta Risma Cabut Perwali
 
Ganjar menilai, memberi denda kepada anak buahnya sangat penting untuk mendidik masyarakat. Apabila ASN berlaku tertib dan menaati protokol kesehatan, tingkat kepercayaan publik pada pemerintah bakal meningkat.
 
"Ini akan saya dorong, karena ini momentum untuk memberikan contoh demi perbaikan. Saya minta segera disiapkan dan disimulasikan," jelas Ganjar.
 
Diar mengaku, klaster perkantoran banyak menyumbang angka penularan virus korona di Jateng. Namun, Ganjar tidak mengungkapkan berapa perkantoran di Jateng yang sudah menjadi klaster penularan virus korona.
 
"Sekarang di Indonesia lagi ramai klaster penularan di kantor-kantor. Maka, kantor sendiri harus mempersiapkan dan memperbaiki protokol kesehatannya," beber Ganjar.
 
Ganjar menambahkan, penyebaran virus korona sebenarnya sudah merata di Jateng. Tidak ada 35 Kabupaten dan Kota di Jateng yang bebas kasus covid-19.
 
"Saya minta Bupati dan Wali Kota tidak lelah untuk terus sosialisasi, termasuk laboratorium kami cek dan masih proporsional untuk memenuhi target pemerisaan perhari," ujarnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif