NEWSTICKER
Ilustrasi-- Drama tari Sekar Pembayun di Taman Kaliurang, Yogyakarta. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
Ilustrasi-- Drama tari Sekar Pembayun di Taman Kaliurang, Yogyakarta. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

Kabupaten Jepara Akan Bangun Taman Budaya

Nasional kebudayaan
Rhobi Shani • 17 Februari 2020 16:00
Jepara: Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berencana membangun taman budaya di kawasan Bumi Perkemahan Pakisaji seluas lima hektare. Anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp60 miliar.
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, mengatakan proyek pengerjaan taman budaya akan dimulai tahun ini dengan target pembangunan 900 meter persegi.
 
“Taman budaya diharapkan bisa menjadi destinasi wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujar Zamroni, Senin, 17 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dana proyek juga akan diambil dari corporate social responsibility (CSR) sejumlah perusahaan sebanyak Rp20 miliar. Sementara untuk tahun ini, APBD untuk pembangunan taman budaya belum dianggarkan.
 
Pemkab Jepara berencana mengucurkan APBD untuk pembangunan taman budaya pada 2021 sebesar Rp1 miliar. Alokasi pertama anggaran, akan digunakan untuk penataan kawasan.
 
“Dana (Rp20 miliar) tidak sekali (dikucurkan), tapi selama tiga tahun. Jadi nanti kami terima bangunan. Selain itu (anggaran) juga bisa dari banprov (bantuan provinsi). Total keseluruhan butuh sekitar Rp60 sampai Rp80 miliar,” jelas Zamroni.
 
Ia menambahkan, taman budaya yang berjarak 11 kilometer dari pusat kota itu nantinya diperuntukkan bagi semua kalangan, tidak terbatas pada seniman dan budayawan. Pengelolaan taman budaya juga dikawal Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara.
 
“Bisa untuk pameran dan pentas. Kemudian kalau ada masyarakat yang mau menggelar acara pernikahan juga bisa menggunakannya,” imbuh dia.
 
Salah satu seniman lokal, Rohman, mengaku, tak mempersoalkan lokasi taman budaya. Asalkan pengelolaannya diberikan kepada yang paham akan seni dan budaya.
 
“Asal pelaku seni dan kebudayaan dilibatkan dalam pengelolaan dan tidak ribet, tidak masalah,” ungkap Rohman.
 
Sementara itu, seniman lainnya yakni Didid menilai, pemilihan lokasi taman budaya di Pakiasji tidak strategis. Selain jauh dari pusat kota dan akses menuju lokasi juga tak didukung oleh moda transportasi publik.
 
“Sepakat saja, tapi pemilihan lokasi itu yang harus ditinjau ulang karena," jelas Didid.
 


 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif