Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Kasus DBD di Malang Tertinggi se-Jatim Sepanjang 2020

Nasional demam berdarah
Amaluddin • 14 Februari 2020 18:21
Surabaya: Kasus pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Malang masih tertinggi di Jawa Timur, yakni 103 kasus pada Februari 2020. Angka itu lebih tinggi dari bulan Januari sebanyak 51 orang positif DBD.
 
"Hingga saat ini kasus DBD tertinggi di Jatim masih Kabupaten Malang, 103 pasien," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Herlin Ferliana, saat dikonfirmasi, Jumat, 14 Februari 2020.
 
Setelah Kabupaten Malang, penderita DBD kedua terbanyak adalah Kabupaten Trenggalek sebanyak 58 penderita, 57 pasien di Jember, 52 pasien di Probolinggo, dan Pacitan sebanyak 48 penderita DBD. Sementara beberapa daerah tertinggi pada bulan lalu (Januari), sudah teratasi. "Misalnya di Kabupaten Kediri, Bojonegoro, Jombang dan lainnya," jelas Herlin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Herlin penderita DBD di Jatim pada musim hujan ini mengalami peningkatan. Pada Januari 2020, jumlah kasus DBD di Jatim mencapai 214 kasus dengan dua pasien meninggal. Naik menjadi 801 kasus di Februari 2020 dengan tujuh orang meninggal.
 
Namun secara priode dari tahun ke tahun, kasus DBD di Jatim menurun. Catatan Dinkes Jatim, DBD pada Januari-Februari 2019 sebanyak 9.896 kasus dengan 111 orang meninggal, lebih banyak ketimbang Januari-Februari 2020, yakni 801 orang dan tujuh orang meninggal.
 
DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue, dan ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti atau nyamuk malaria. Kata Herlin, kasus DBD merupakan masalah kesehatan masyarakat di Jatim, dengan jumlah penderita yang fluktuatif dan berpotensial menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
 
"Namun saat ini belum ada KLB DBD di Jatim, karena memang angka kasusnya masih rendah. Sehingga belum perlu ada status KLB," jelas Herlin.
 
Herlin mengimbau masyarakat berperan aktif mencegah DBD, dengan cara lebih peduli pada lingkungan sekitar. Misalnya, membersihkan tempat-tempat yang kotor dan kumuh, menggalakkan program 3 M plus. Yaitu menguras, mengubur, dan menutup wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
 
Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan obat pembasmi nyamuk. Misalnya mengusapkan lotion antinyamuk, membakar obat nyamuk, atau menaburkan bubuk abate di wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. "Dengan begitu, maka DBD bisa dicegah," pungkas Herlin.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif