Mantan Wapres Jusuf Kalla - Foto: MI/Pius Erlangga.
Mantan Wapres Jusuf Kalla - Foto: MI/Pius Erlangga.

JK Yakin Masjid Aman dari Radikalisme

Nasional terorisme radikalisme
Ahmad Mustaqim • 16 November 2019 06:04
Yogyakarta: Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meyakini masjid bukan sumber redikalisme yang berujung aksi teror. Ia menilai ada sumber lain yang membuat seseorang terpapar radikalisme dan menjadi pelaku teror.
 
"99 persen masjid aman. Ada pengajian 'keras' tertentu tetapi tidak (dilakukan) di masjid," kata Jusuf Kalla di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Yogyakarta, Jumat, 15 November 2019.
 
Kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Selasa, 13 November 2019, disebut menjadi contoh terkini. Pelaku atas nama Rabbial Muslim Nasution diduga terpapar paham terorisme dari media sosial. Bahkan guru ngaji Rabbial diduga terlibat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


JK mengatakan internet sampai saat ini menjadi media pembelajaran bagi teroris. "Lihat saja mereka (teroris) belajar bikin bom dari internet," ucapnya.
 
Ia berpendapat bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan menjadi kejahatan luar biasa. Ia mengutuk tindakan itu.
 
"Apapun bom bunuh diri, haram dari segi agama. Bunuh diri saja haram, apalagi membunuh orang lain," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia itu.
 
JK berharap publik semakin sadar tindakan bom bunuh diri tak ada dalam ajaran agama apapun. Tindakan membunuh bisa dibenarkan jika dengan alasan membela diri.
 
"Tidak ada perintah agama untuk saling membunuh, selain mempertahankan diri. Membunuh orang lain dengan alasan agama sama sekali tidak ada," tuturnya.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif