Rilis kasus penganiayaan di Polres Malang Kota, Jumat 1 November 2019. Foto: Medcom.id/Daviq
Rilis kasus penganiayaan di Polres Malang Kota, Jumat 1 November 2019. Foto: Medcom.id/Daviq

Balita di Malang Tewas Dianiaya Ayah Tiri

Nasional penganiayaan anak
Daviq Umar Al Faruq • 01 November 2019 15:32
Malang: Balita berinisial AA, 3, asal Malang, Jawa Timur, tewas setelah dianiaya oleh ayah tirinya EGA, 36. Penganiayaan terjadi pada Rabu, 30 Oktober 2019, sekitar pukul 13.00-14.00 WIB.
 
Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander mengatakan polisi telah melakukan autopsi dan memeriksa lokasi kejadian di Perum Tlogowaru Indah D-4, Tlogowaru, Kedungkandang, Kota Malang, pada Kamis, 31 Oktober 2019.
 
"Hasilnya terjadi pendarahan pada bagian dalam perut korban di usus besarnya. Terjadi robekan besar dan akhirnya terjadi pendarahan. Di sini mengakibatkan korban sampai meninggal," kata Dony, di Mapolres Malang Kota, Jumat, 1 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dony menjelaskan penganiayaan bermula saat korban buang air besar (BAB) di celana. Lalu oleh tersangka, korban dibawa ke kamar mandi.
 
"Si korban sering BAB tidak pada tempatnya, ini menimbulkan emosi dari pelaku," imbuhnya.
 
Dia menerangkan tersangka mulanya mengguyur korban dengan air sembari dimarahi. Korban menangis saat itu. Kemudian korban terjatuh dalam posisi tengkurap dan penganiayaan terjadi.
 
"Akhirnya korban kesakitan, setelah itu korban sulit bernapas, dan kejang-kejang menurut keterangan tersangka," bebernya.
 
Karena panik dengan kondisi korban, tersangka membawa korban keluar dari kamar mandi dan mengoleskan minyak telon ke badan korban. Namun, korban tetap tak susah bernapas.
 
"Lalu tersangka memanaskan kaki korban dengan kompor karena korban menggigil. Hingga kemudian di telapak kaki korban ada luka bakar. Namun tetap tidak bisa," ujarnya.
 
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Reva Husada, Malang. Di sana korban sempat menjalani perawatan medis, namun nyawanya tak dapat tertolong.
 
"Keterlibatan ibu korban, HS, masih pendalaman," ucapnya.
 
EGA telah ditetapkan tersangka. EGA disangkakan Pasal 80 ayat 3 UU nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15-20 tahun penjara.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif