Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/10/2019). ANTARA FOTO/Moch Asim
Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/10/2019). ANTARA FOTO/Moch Asim

Dewan Minta Khofifah dan Risma Duduk Bareng Demi Piala Dunia U-20

Nasional Piala Dunia U-20
Amaluddin • 04 November 2019 19:00
Surabaya: Anggota DPRD Jawa Timur meminta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakhiri polemik soal Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Kedua kepala daerah itu diharapkan duduk bareng membahas persiapan Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.
 
"Bu Gubernur dan Wali Kota Surabaya harus duduk bareng, sebaiknya fokus pada persiapan Piala Dunia U-20. Karena ini adalah saatnya Jatim menunjukkan kepada dunia bahwa pelaksanaan Piala Dunia bisa berjalan baik," kata Samwil, saat dikonfirmasi, Senin, 4 November 2019.
 
Samwil menyayangkan jika masalah bau sampah di Stadion GBT terus dipersoalkan. Dia khawatir persiapkan pelaksanaan Pildun tidak maksimal hanya gara-gara mengedepankan ego masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indonesia dipercaya oleh FIFA sebagai tuan rumah bukan hal mudah, termasuk Kota Surabaya sebagai salah satu venue. Nah, polemik antara gubernur dan wali kota yang notaben perempuan ini semakin tidak baik suhu olahraga di Tanah Air. Mestinya mereka bersinergi, ini perhelatan international yang harus dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.
 
Politikus Partai Demokrat itu bangga stadion di Jatim bakal menjadi salah satu venue Pildun U-20. Untuk itu Khofifah dan Risma beserta steakholder lainnya bersinergi, saling melengkapi demi ajang international tersebut.
 
"Ini ajang international harus dijaga, jangan sampai event-event berikutnya kita tidak dipercaya. Jadi, Bu Khofifah dan Risma harus duduk bersama, jika serius ingin pelaksanaan Piala Dunia berjalan baik," kata politisi kelahiran Bawean, Gresik itu.
 
Anggota DPRD Jatim lainnya, Adam Rusydi, juga menyarankan Khofifah dan Risma fokus mempersiapkan Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang. Kedua kepala daerah itu harus berbagga salah satu venue Piala dunia akan ditempatkan di Ibu Kota Jatim, yakni Kota Surabaya.
 
"Bu Khofifah dan Bu Risma harus duduk bareng. Kekurangan di provinsi harus ditutupi oleh surabaya, demikian sebaliknya kekurangan di surabaya harus dicover oleh Pemprov Jatim. Sehingga pelaksanaan Pildun bisa maksimal," kata Adam.
 
Dalam kesempatan itu, Adam mengecam keras tindakan Pemkot Surabaya, yang mengunci pintu masuk Stadion GBT Surabaya yang akibatnya Menpora Zainuddin Amali tidak bisa meninjau ke dalam stadion. Bahkan tidak ada satu pun petugas atau pengelola stadion dan pejabat Pemkot Surabaya, yang menyambut kedatangan Menpora.
 
"Yang jelas, Dispora Kota Surabaya tidak beretika. Karena Menteri datang untuk meninjau kesiapan Piala dunia malah tak dianggap. Karena itu Dispora Surabaya harus ditegur keras agar hal serupa tidak terulang, karena ini pelecehan terhadap menteri, kepanjangan tangan Presiden," kata politisi Partai Golkar itu.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif