Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (tengah) saat jalan santai di car Free Day, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, 27 Oktober 2019. Medcom.id/ Muhammad Syawaludin
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (tengah) saat jalan santai di car Free Day, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, 27 Oktober 2019. Medcom.id/ Muhammad Syawaludin

Syahrul Yasin Limpo Akan Buat Pembuktian

Nasional kementerian pertanian Kabinet Jokowi-Maruf
Muhammad Syawaluddin • 27 Oktober 2019 11:14
Makassar: Syahrul Yasin Limpo akan membuat pembuktian jika dirinya layak setelah ditunjuk dan dilantik sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia. Syahrul mengaku akan membuktikan kepada masyarakat dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, jika tidak salah memilihnya untuk masuk mewakili NasDem dalam kabinet Jokowi jilid II.
 
"Ini bukan pekerjaan kecil. Tapi Pak Presiden Jokowi tidak salah memilih, Syahrul jadi Menteri Pertanian. Pak Suryah Paloh tidak salah pilih saya," kata Syahrul di hadapan masyarakat Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, 27 Oktober 2019.
 
Syahrul mengatakan bahwa dirinya tidak akan membuat malu seluruh pihak yang telah mendukungnya hingga berada di posisi seperti sekarang ini. Dan dalam 100 hari kerja sebagai Menteri Pertanian dirinya akan membuktikan jika dirinya mumpuni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"100 hari kerja saya saya harus bisa buktikan itu. Jadi menteri bukan perkerjaan kecil. Sehingga saya memohon dukungan bagi semuanya," jelas Syahrul.
 
Bahkan Syahrul mengaku berkeinginan menjadi Menteri Pertanian yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Dengan memastikan bahwa 267 juta orang masyarakat Indonesia tidak kekurangan pangan.
 
Syahrul menyebut masyarakat Indonesia membutuhkan delapan juta ton setiap bulan atau 96 juta ton beras setiap tahunnya. Syahrul berjanji bakal meningkatkan persediaan beras untuk mengantisipasi cuaca seperti yang saat ini terjadi.
 
"Kalau ini mau aman (ketersediaan beras) maka kita harus siapkan lima kali lipat dari ketersediaan yang ada saat ini," beber Syahrul.
 
Meskipun impor bukan hal yang haram, menurut mantan Bupati Gowa dua periode tersebut menganggap bahwa impor dilakukan jika tidak ada lagi daya yang bisa dilakukan oleh pemerintah.
 
Untuk mendukung itu, Syahrul menginginkan penyuluh pertanian bukan yang biasa saja. Dia menginginkan bahwa penyuluh menjadi pasukan khusus di dalam pertanian sehingga pengelolaan pertanian di Indonesia berjalan dengan baik, khususnya di Sulawesi Selatan.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif