Kapal tol laut perintis KM Shimpo 16 tenggelam di Pelabuhan Lewoleba, Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (10/12/2019) sore. (Foto ANT-istimewa)
Kapal tol laut perintis KM Shimpo 16 tenggelam di Pelabuhan Lewoleba, Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (10/12/2019) sore. (Foto ANT-istimewa)

Belasan Orang Diperiksa soal Kapal Tenggelam di Lembata

Nasional kapal tenggelam
Antara • 12 Desember 2019 16:51
Kupang: Sebanyak 18 orang diperiksa terkait kasus tenggelamnya KM Shinpo 16 di Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 10 Desember 2019. Pemeriksaan saksi dilakukan pada Rabu, 11 Desember 2019.
 
"Kami sudah periksa sejumlah saksi terkait tenggelamnya KM Shinpo kemarin. Kami lakukan secara maraton, sejumlah orang yang kami periksa dari dua pihak yakni dari KM Sinpo dan dari KM Maju 8," kata Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Komang Sukamara, melansir Antara, Kamis, 12 Desember 2019.
 
Saksi yang diperiksa yakni Sularjo, 47; Sutarjo, 69; masinis I Pujiyono, 65, dan dua anak buahnya Pieter Rumansara, 50, dan Priyatno, 40. Selanjutnya Muhamad Rosky Apriliawan, 21; Rahmad Alvian, 20, dan Yusuf Eahyu Sektiaji, 23, serta dua juru mudi yakni Helmi Wiratna Abdilah, 35, dan Dani Cahyo, 23. Kemudian Oppy Ary Pradana, 19; Adeikwan Munahat, 21; Imran Lupa, 39; Amdan Nasich, 38; Safri, 22; dan Tegar Kelana, 30.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami juga periksa ABK KM Maju 8 diantaranya Wartono, Taslim, Yoga Nugraha, serta Sukadi," ujar dia.
 
Sementara ABK KM Maju 8 lainnya belum didata dan belum diperiksa karena masih berada di tengah laut di dalam KM Maju 8.Dia mengaku perihal evakuasi kapal tenggelam belum bisa dipastikan, karena masih menunggu koordinasi dengan pemilik kapal, Pemkab Lembata, dan otoritas Pelabuhan Lewoleba Kabupaten Lembata.
 
KM Shinpo 16 tenggelam setelah ditabrak KM Maju 08 di Pelabuhan Lewoleba, pada Selasa, 10 Desember 2019. Kapal tersebut disebut mengakut sekira 1.700 ton semen dari Biringkasih, Makassar, Sulawesi Selatan, dan akan dibongkar di Pelabuhan Lewolaba.
 
"Namun ketika muatan baru dibongkar sebanyak 143 ton, terjadi tabrakan sehingga kapal tenggelam," kata Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday.
 
Km Maju 8 menabrak bagian lambung kapal di bagian depan kanan hingga jebol. Walhasil air masuk ke dalam KM Shinpo 16 dan menyebabkan miring ke kanan dan tenggelam.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Peruhubungan Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali, mengatakan KM Maju 08 diduga bermasalah pada pengereman. Sehingga tidak bisa mengendalikan kecepatan saat hendak bersandar.
 
"Dari informasi yang kami dapat tidak ada korban jiwa dan semua pelaku sedang dimintai keterangan di Polres Lembata," katanya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif