Penyandang difabel masih tetap bertahan di depan gedung Balai Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis, 16 Januari 2020.
Penyandang difabel masih tetap bertahan di depan gedung Balai Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis, 16 Januari 2020.

Difabel Wyata Guna Tetap Menolak Pindah ke Dinsos Jabar

Nasional penyandang disabilitas
Roni Kurniawan • 16 Januari 2020 19:03
Bandung: Penyandang difabel bersikukuh tidak akan pindah ke Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat yang berada di Cibabat, Kota Cimahi. Mereka akan tetap berjuang dan bermalam di tenda yang didirikan di depan Balai Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung.
 
"Kami menolak, kami akan tetap di sini," ujar koordinator aksi, Elda Fahim, di depan Balai Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Elda menuturkan, usulan dari Kemensos dan Pemprov Jabar tersebut bukan solusi yang diinginnya bersama puluhan difabel yang tetap bertahan. Ia mengaku ingin pemerintah mencabut Peraturan Menteri Sosial Nomor 18 Tahun 2018 tentang fungsional rehabilitas dari panti menjadi balai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentunya kami yang pertama ingin Permensos Nomor 18 Tahun 2018 dicabut, agar Wyata Guna kembali menjadi panti bukan balai. Karena bukan hanya kami terkena dampak, tapi seluruh panti di Indonesia," ungkap Elda.
 
Ia menegaskan, setelah berunding bersama difabel lainnya, pindah ke panti Dinsos Jabar bukan merupakan solusi bagi mereka. Pasalnya jika mereka pindah ke Dinsos Sosial, maka perjuangan yang dilakukan mereka anggap sia-sia.
 
"Itu bukan solusi, kami tetap ingin panti. Kami tetap akan berjuang," tegasnya.
 
Ia pun berharap bisa beraudensi dengan Kemensos untuk menyampaikan langsung tuntutan tersebut. Pasalnya selama ini, audensi dilakukan dengan pihak Balai Wyata Guna dan Pemprov Jabar yang tidak memiliki kewenangan secara langsung atas aturan tersebut.
 
"Kami membuka diri untuk menerima mediasi dan audiensi agar menemukan solusi, tapi dari hasil beberapa kali pertemuan. kami ingin tetap bertahan di sini, hingga ada solusi dan yang kami mau solusinya itu kembalikan Wyata Guna sebagai panti dan cabut Permensos," pungkasnya.
 

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif