Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Medcom.id/Roni K)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Medcom.id/Roni K)

Emil Buat Stasiun Baru untuk Pemberhentian Kereta Cepat

Nasional kereta cepat
Roni Kurniawan • 09 Desember 2019 19:51
Bandung: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan jangkauan kereta cepat Jakarta-Bandung sampai ke kawasan Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
 
Ia juga akan membangun stasiun kereta api dekat Masjid Raya Al Jabbar dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di kawasan Gedebage, Kota Bandung, sebagai bagian dari koneksi transportasi.
 
“Nanti kawasan itu akan menjadi kawasan wisata religi, wisata olahraga (Stadion GBLA), dan juga koneksi ke Tegalluar, ujung dari stasiun kereta api cepat (Jakarta-Bandung),” kata Ridwan Kamil, di Kota Bandung, Senin, 9 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pria yang akrab disapa Emil ini menuturkan, masyarakat yang ingin bepergian dari Bandung ke Jakarta menggunakan kereta cepat bisa mengakses stasiun tersebut untuk menuju stasiun kereta api Bandung di Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung.
 
Nantinya, waktu tempuh yang dicapai dari stasiun kereta api cepat Tegalluar ke stasiun kereta api Bandung diperkirakan hanya berkisar selama 20 menit.
 
"Sehingga warga yang akan ke Jakarta rutenya dari Stasiun Kebon Kawung dulu kemudian naik LRT menggunakan existing jalur kereta api ke Tegalluar, baru 40 menit ke Jakarta sesuai jadwal," jelas Emil.
 
Emil menargetkan proses pembangunan proyek tersebut akan selesai pada 2021. Bahkan pembangunan stasiun sudah dimulai guna mencapai target tersebut.
 
"Target sesuai jadwal harusnya pertengahan 2021 semua yang dirapatkan hari ini bisa selesai. Pembangunan sekarang sudah mulai proses," sambungnya.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro, mengatakan, nilai investasi yang dikucurkan untuk proyek sekitar Rp4 triliun. Jumlah ini dinilai masuk akal karena jalur kereta api yang dibangun sebagiannya berupa layang.
 
“Ini (investasi) sedang dalam perhitungan tetapi kurang lebih Rp4 triliun. Karena itu sebagian elevated tapi elevated-nya cuma dua kilometeran setelah semuanya landed,” pungkas Edi.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif