Ilustrasi beras Bulog. Foto: ANT/ASEP FATHULRAHMAN
Ilustrasi beras Bulog. Foto: ANT/ASEP FATHULRAHMAN

Beras Bulog Bau Ditemukan di Medan

Nasional beras bulog
Puji Santoso • 05 Desember 2019 14:58
Medan: Beras diduga berasal dari gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai berbau, di Medan, Sumatra Utara. Temuan itu didapat saat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau bahan pokok di Pusat Pasar Kota Medan, pada Rabu, 4 Desember 2019.
 
Beras berbau tersebut ditemukan di salah satu pedagang diduga beras dari Bulog jenis premium asal India. Edy kemudian mengecek Gudang Bulog di Jalan Mustafa Medan, dan menemukan beras berbau tidak sedap ditumpukan beras impor asal India.
 
"Temuan ini akan menjadi bahan evaluasi, sehingga beras yang dijual di pasar harus lebih baik. Dengan begitu masyarakat tidak khawatir sehingga tidak takut membeli beras," kata Edy, usai meninjau.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edy meminta temuan tersebut tidak memancing polemik, sehingga masyarakat enggan membeli beras Bulog. Ia pun meminta Perum Bulog Sumut tidak menjual beras kualitas tidak layak tersebut.
 
"Bulog ini milik kita. Jadi harus sama-sama kita awasi ini," ujarnya.
 
Dia mengatakan sampel beras bau itu akan dibawa ke Jakarta untuk diteliti. Pihaknya segera melakukan evaluasi dengan pihak terkait.
 
"Evalusi bersama Pak Dirjen, karena ini hubungan dengan pusat ini. Apalagi kondisi yang kita lihat saat ini adalah ril. Beras ini masuk pada akhir 2018," kata Edy.
 
Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggrijono mengatakan pihaknya akan memastikan kondisi di lapangan terkait temuan tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog pusat dan daerah.
 
"Karena saat kita tanyakan pada pihak Bulog beras yang mulai berbau ini baru setahun maka akan kita uji di laboratorium dulu apakah itu bisa dikonsumsi atau bagaimana akan kita pelajari ya," katanya.
 
Salah satu pedagang beras di Pusat Pasar, Acuan, 55, mengaku beras Bulog dibelinya sepekan lalu. Dia berencana mengembalikan beras bau tersebut.
 
"Memang saya belinya tidak banyak. Untuk ukuran 30 kilogram ada 2 goni dan yang 5 kilogram ada 10 goni. Jadi, kalau bau gini saya mau menukarlah. Kalau untuk beras Bulog ini harga eceran saya jual Rp 9.500/kg. Sedangkan yang premium Rp 10.000/kg. Di atas premium Rp 12.500/kg," katanya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif