Dalam merawat dan memperbaiki terumbu karang, sejumlah anak muda di Kota Sabang, Aceh, bergabung dengan Yayasan Coral Oasis (Foto:Dok.Metro TV)
Dalam merawat dan memperbaiki terumbu karang, sejumlah anak muda di Kota Sabang, Aceh, bergabung dengan Yayasan Coral Oasis (Foto:Dok.Metro TV)

Promosi Alam Sabang Terbantu Akses Internet BAKTI Kominfo

Nasional Berita Kominfo BAKTI
Gervin Nathaniel Purba • 31 Oktober 2020 12:14
Jakarta: Indonesia dikenal dengan garis pantainya yang panjang. Dengan tiga perempat wilayah terdiri dari lautan, Indonesia menyimpan banyak kekayaan biota laut.
 
Menjadi kewajiban setiap orang untuk menjaga kelestarian kekayaan laut yang sudah dianugerahkan Sang Pencipta. Misalnya, menjaga kebersihan pantai dan merawat terumbu karang.
 
Dalam merawat dan memperbaiki terumbu karang, sejumlah anak muda di Kota Sabang, Aceh, bergabung dengan Yayasan Coral Oasis. Mereka fokus pada kegiatan konservasi terumbu karang. Tsunami Aceh pada 2004 menyebabkan perubahan luasan terumbu karang di Pulau Weh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nadya Tirta, satu di antara aktivis Yayasan Coral Oasis, menjelaskan ia dan teman-temannya bergotong royong merawat karang. Mereka menggunakan semen agar terumbu karang tumbuh kuat.
 
"Semen mengandung kalsium yang menjadi komponen utama dalam karang (kalsium karbonat). Semen bisa mendukung pertumbuhan karang, sehingga melekat, tidak mudah patah, dan tidak mudah rusak," kata Nadya, pada program BAKTI, Metro TV.
 
Nadya bertekad menjaga alam bawah laut, khususnya di kawasan Sabang. Apalagi, Sabang memiliki kekayaan alam bawah laut yang sangat melimpah.
 
"Saya ingin menjadi peneliti untuk meneliti daerah saya sendiri, khususnya laut," kata Nadya.
 
Jika alam di Sabang bisa terus lestari, Nadya optimistis akan menambah kunjungan wisatawan. Dalam upaya mendatangkan minat wisatawan, Nadya kerap melakukan promosi melalui media sosial.
 
"Setiap kegiatan yang kami lakukan, langsung diposting di Instagram. Kelancaran internet di Kota Sabang membantu kita mepromosikan Sabang ke kancah dunia," katanya.
 
Pendiri Yayasan Coral Oasis Dodent memuji kreativitas Nadya dan anak-anak muda lainnya. Berkat jaringan internet stabil di Kota Sabang, anak-anak muda, termasuk Nadya bisa menemukan berbagai inovasi untuk menjaga ekosistem karang.
 
"Berkat teknologi informasi sampai ke pelosok, anak-anak muda bisa berinovasi untuk membuat suatu karya dalam menjaga ekosistem karang," kata Dodent.
 
Berbagi informasi di media sosial yang dilakukan Nadya terbantu dengan ketersediaan jaringan internet oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo. BAKTI Kominfo terus berkomitmen menyediakan akses komunikasi ke wilayah pelosok, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan perbatasan.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif