Kantor Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman yang jadi titik pengungsian warga saat Gunung Merapi berstatus siaga saat ini. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Kantor Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman yang jadi titik pengungsian warga saat Gunung Merapi berstatus siaga saat ini. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Penanganan Risiko Dampak Erupsi Merapi Dilakukan Lintas Wilayah

Nasional gunung merapi erupsi gunung
Ahmad Mustaqim • 05 Desember 2020 15:09
Yogyakarta: Skenario penanganan risiko dampak erupsi Gunung Merapi dilakukan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Warga di kawasan rawan bencana (KRB) III atau lima kilometer dari puncak Gunung Merapi di DIY dan Jawa Tengah akan mengungsi ke titik aman terdekat apabila Gunung Merapi erupsi. 
 
Kepala Pelakasana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, mengatakan, warga di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan bisa mengungsi ke Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bila tempatnya lebih dekat dan aman. Ia mengatakan, erupsi gunung merapi pada 2010 sebagian warga mengungsi Desa Balerante.
 
"Warga dari (Desa) Glagaharjo saat itu banyak yang mengungsi ke Klaten, tapi warga dari Balerante, juga sebaliknya," kata Biwara, di Yogyakarta, Sabtu, 5 Desember 2020. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Banjir di Aceh Timur Meluas ke 15 Kecamatan
 
Glagaharjo dan Balerante merupakan wilayah yang berada di KRB III. Menurut Biwara, skenario itu akan dipakai melihat situasi titik mana yang lebih aman dari dampak erupsi. 
 
Biwara melanjutkan masih perlu upaya penguatan koordinasi dan kapasitas di setiap titik yang akan jadi lokasi pengungsian. Selain soal kemampuan sumber daya manusia, kata dia, juga perlu kepastian kesiapan sarana, misalnya, jalur evakuasi dan fasilitas di barak pengungsian. 
 
"Harus dikelola bersama antara (pemerintah) dua kabupaten supaya penanganannya bisa berjalan lancar," ungkapnya.
 
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar, menambahkan ada sekitar 400 warga Klaten berada di titik rawan terdampak erupsi Merapi pada tiga dusun. Ia menyebut, tempat pengungsian di Glagaharjo dan Balerante sementara bisa dipakai sejauh radius aman tidak melebihi lima kilometer. 
 
"Kalau dampaknya meluas, warga mengungsi bisa ke (kawasan) Prambanan. Kami perlu gotong royong dengan warga untuk bisa menangani ini," kata dia. 
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif