Ratusan buruh gabungan di Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jatim, di Surabaya. (Medcom.id/Amal).
Ratusan buruh gabungan di Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jatim, di Surabaya. (Medcom.id/Amal).

Ratusan Buruh di Jatim Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Nasional BPJS Kesehatan
Amaluddin • 19 September 2019 17:27
Surabaya: Ratusan buruh gabungan di Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jatim, di Surabaya, Kamis, 19 September 2019. Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan seperti revisi Undang-Undang KPK yang direvisi hanya 13 hari.
 
"Kami jelas menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, karena itu akan membebani masyarakat," kata salah satu korlap aksi dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jatim dalam orasinya.
 
Selain orasi, mereka juga memajang sejumlah spanduk berisi penolakan iuran BPJS Kesehatan. Di antaranya, 'Tolak Revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan', 'Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan', 'Tolak Kepmen No 228 Tahun 2019', 'Buat Perda Tentang Jampes', dan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekretaris KSPI Jatim, Jazuli, mendesak pemerintah agar tidak merevisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
 
"Kami semua melawan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, karena saat ini masih relevan untuk diterapkan. Norma-norma yang kurang telah banyak disempurnakan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Kami juga menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan," kata Jazuli.
 
Ratusan Buruh di Jatim Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
 
Massa aksi demonstrasi kali ini diikuti sejumlah organisasi buruh di Jatim, yakni KSPI dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Mereka berasal dari daerah ring I seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Tuban, Probolinggo, Jember, dan daerah-daerah industri lain di Jatim.
 
"Aksi demonstrasi ini baru pemananasan, yang puncaknya akan digelar pada 2 Oktober 2019, secara serentak di seluruh Indonesia dengan melibatkan massa yang lebih besar," kata Jazuli.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif