Terdakwa pembunuh Aldama Putra Pangkola, Muh. Rusdi saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 24 Juni 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Terdakwa pembunuh Aldama Putra Pangkola, Muh. Rusdi saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 24 Juni 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Pembunuh Aldama Didakwa Pasal Berlapis

Nasional pembunuhan Kekerasan di Sekolah
Muhammad Syawaluddin • 24 Juni 2019 18:15
Makassar: Sidang perdana pembunuh siswa Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP), Aldama Putra Pengkola, digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 24 Juni 2019. Terdakwa pembunuhan bernama Muh. Rusdi didakwa pasal berlapis.
 
"Terdakwa didakwa dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. subsidair Pasal 354 ayat 2 KUHP, lebih subsider lagi Pasal 351 ayat 3 KUHP," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tabrani, di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 24 Juni 2019.
 
Pasal yang dikenakan oleh terdakwa dikarenakan Rusdi telah menganiaya dan mengakibatkan Aldama Putra meregang nyawa. Dia menganiaya juniornya itu lantaran melihat Aldama tidak menggunakan helm saat tiba di kampus mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah melihat Aldama tidak memakai helm, terdakwa kemudian memanggil korban dan bertanya kenapa tidak menggunakan helm saat berkendara. Lalu memanggilnya ke ruang bravo enam untuk bertemu.
 
"Sebelum menganiaya Aldama, Rusdi terlebih dahulu memerintahkannya untuk sikap taubat," katanya saat membacakan dakwaan di hadapan majelis hakim.
 
Baca:Aldama Tewas karena Terlambat Diberi Pertolongan
 
Dalam dakwaan itu, Tabrani, menjelaskan bahwa setelah Aldama mengambil posisi taubat, terdakwa langsung memukul korban dan pukulan itu menyebabkan anak semata wayang dari Daniel Pangkola itu meregang nyawa.
 
"Meski ada taruna di dalam kamar terdakwa tapi Rusdi menyuruhnya berbalik dan jangan melihat," jelasnya.
 
Baru setelah Aldama tidak sadarkan diri taruna yang berada disitu berbalik. Terdakwa yang melihat korban tumbang berusaha mengangkatnya dan memberikan air minum namun korban tidak merespon.
 
Dari hasil Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, penyebab kematian Aldama ialah kegagalan pernafasan yang diakibatkan oleh terganggunya fungsi organ paru-paru (terjadi edema paru) oleh karena adanya kerusakan pada organ paru yang akut (Acute Lung Injury) disebabkan adanya kekerasan tumpul pada bagian dada.
 
Baca: Aldama di Mata Teman dan Keluarga
 

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif