Terdakwa Robi Okta Fahlevi saat sidang di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Selasa 14 Januari 2020. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)
Terdakwa Robi Okta Fahlevi saat sidang di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Selasa 14 Januari 2020. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)

Penyuap Bupati Muara Enim Dituntut Tiga Tahun Penjara

Nasional kasus suap
Gonti Hadi Wibowo • 14 Januari 2020 13:41
Palembang: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menuntut Robi Okta Fahlevi, terdakwa kasus penyuapan terhadap Bupati Muara Enim Ahmad Yani, selama tiga tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider enam bulan.
 
Robi dinilai JPU bersalah melakukan suap terkait komitmen fee sebesar 10 persen dengan menyetujui syarat dari Ahmad Yani untuk memuluskan pengerjaan 16 proyek jalan.
 
"Terdakwa Robi Okta Fahlevi secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata JPU KPK, Roy Riyadi, di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Selasa, 14 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Roy mengatakan terdakwa melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan melakukan suap memberikan uang secara bertahap guna memenangkan lelang.
 
"Sebagaimana pasal tersebut telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 64 ayat (1) KUHP," ujarnya.
 
Menurutnya, terdakwa juga telah mengakui menyerahkan uang ke berapa nama lainnya seperti Elfin Mz Muchtar selaku PPK, Plt Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi, Ketua Pokja IV Ilham Sudiono, dan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB.
 
"Terdakwa memberikan suap dengan sadar dengan harapan terus mendapatkan proyek pengerjaan infrastruktur di Muara Enim,” jelasnya.
 
Sementara itu, terdakwa Robi Okta Fahlevi akan membacakan pledoi atau pembelaan pada, Selasa 21 Januari 2020.
 
"Kami akan bacakan pledoi satu yang saya bacakan dan satunya kuasa hukum saya yang mulia," katanya.
 
KPK sebelumnya menetapkan Ahmad Yani, Elfin, dan Robi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek-proyek pada Dinas PUPR tahun 2019. Ahmad Yani dan Elfin selaku penerima suap sedangkan Robi pemberi suap.
 
Dalam kasus ini, Ahmad Yani diduga meminta komitmFen fee sebesar 10 persen kepada Robi agar terpilih sebagai kontraktor penggarap proyek di Pemkab Muara Enim. Salah satunya proyek pengadaan pekerjaan fisik berupa pembangunan jalan untuk tahun anggaran 2019.
 
Ahmad Yani juga disinyalir meminta kegiatan pengadaan dilakukan satu pintu melalui Elfin. Robi selaku pemilik PT Enra Sari bersedia memberikan komitmen fee 10 persen dan pada akhirnya mendapat 16 paket pekerjaan dengan nilai total sekitar Rp130 miliar.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif