Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Kelompok Teroris Kalteng Disebut Ahli Buat Bom High Explosive

Nasional terorisme
Antara • 13 Juni 2019 12:37
Palangka Raya: Sebanyak 34 terduga teroris yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa juga anak-anak ditangkap Densus 88 Antiteror dan Polda Kalimantan Tengah, di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas, Kalteng. Dua terduga teroris telah ditetapkkan jadi tersangka, yakni A dan T, yang tinggal di Jalan Pinus Permai III Palangka Raya.
 
"Sisanya masih diperiksa intensif petugas. Sebenarnya keberadaan kelompok tersebut di Kalteng difasilitasi salah satu warga Palangka Raya bernama Ansyari sejak awal 2019," kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan di Palangka Raya, Kamis, 13 Juni 2019, melansir Antara.
 
Hendra mengatakan kelompok terduga teroris yang ditangkap masuk dalam Jaringan Ansharut Daulah (JAD). Dia menjelaskan mereka yang ditangkap sangat berbahaya karena seluruh anggotanya mampu merakit bom berdaya ledak tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian mereka mengincar polisi yang berada di Jakarta, bukan di Kalteng," tegasnya.
 
Dia menuturkan sebelum berangkat ke Jakarta, salah satu dari anggota kelompok JAD itu sudah mempersiapkan pembuatan bom pipa dan bom ponsel yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Dia mengungkap, petugas mengamankan berbagai komponen yang digunakan untuk merakit bom saat ditangkap.
 
"Selama enam bulan mereka sudah berada di Kalteng untuk berlatih serta mengumpulkan kekuatan. Kemudian akan bergerak ketika menerima instruksi pergi ke Jakarta," jelasnya.
 
Dia menjelaskan kelompok ini sebelumnya bermarkas di Aceh pada 2018. Namun, kelompok tersebut segera berpencar saat akan ditangkap Densus 88 Antiteror, salah satunya ke Kalteng.
 
Hendra menerangkan kelompok teroris ini sudah mulai bergerak dan ada yang berada di Jakarta. Hanya saja berhasil digagalkan. Di Palangka Raya sudah ada JAD bernama Ansyari yang memiliki istri yang berasal dari Kapuas.
 
"Jadi sebenarnya jaringan ini pelarian, bukan mengasingkan diri sambil melakukan pelatihan dan pencarian dana," kata Hendra.
 
Mantan Kapolres Palangka Raya tersebut menambahkan, kelompok ini berencana ingin menunggangi sebuah aksi di Jakarta dan terlibat dalam berbagai kerusuhan maupun teror di beberapa wilayah Indonesia.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif