NEWSTICKER
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko. (Foto: Medcom.id/Syawaluddin)
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko. (Foto: Medcom.id/Syawaluddin)

Jumras Tak Bisa Buktikan Nurdin Abdullah Terima Suap

Nasional pencemaran nama baik
Muhammad Syawaluddin • 07 Januari 2020 17:50
Makassar: Penyidik Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, menetapkan mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras, sebagai tersangka. Jumras dinilai tak dapat membuktikan tudingan bahwa Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menerima suap saat pemilu gubernur 2018.
 
"Yang dia (Jumras) katakan waktu sidang hak angket hanya asumsi (tidak bisa dibuktikan)," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, di Makassar, Selasa, 7 Januari 2020.
 
Kendati telah disumpah atas pernyataan yang diberikan saat sidang hak angket di DPRD Sulsel, Jumras diduga hanya berspekulasi bahwa Nurdin menerima suap Rp10 miliar dari seorang pengusaha.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau berani ngomong kan, harusnya itu bisa dibuktikan," jelasnya.
 
Hingga penetapan tersangka dan pemeriksaan beberapa saksi termasuk para pimpinan Pansus Hak Angket, penyidik tidak menemukan korelasi antara pernyataan Jumras dengan dugaan suap.
 
Pansus hak angket sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel, Jumras. Dalam pemeriksaan tersebut Jumras menyebut ada dugaan bagi-bagi proyek di tubuh Pemprov Sulsel dan pemberian uang oleh Pengusaha sebesar Rp10 miliar kepada Nurdin Abdullah saat pilgub.
 
Nurdin Abdullah sempat memberi ultimatum kepada Jumras untuk mengklarifikasi dan meminta maaf. Namun permintaan itu diabaikan hingga berujung pada penyelesaian secara hukum.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif