Bali. Foto : MI/Ramdani.
Bali. Foto : MI/Ramdani.

Pemprov Bali Suarakan Aspirasi Pelaku Pariwisata

Nasional bali Pariwisata Wisatawan wisata pariwisata daerah pandemi covid-19 Wisata Alam PPKM Darurat
Antara • 18 Desember 2021 08:00
Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali terus berjuang menyuarakan aspirasi pelaku pariwisata terkait sejumlah regulasi yang dinilai menghambat kebangkitan sektor pariwisata.
 
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mengatakan tak sedikit pelaku pariwisata yang terdampak dengan kebijakan dari pemerintah pusat selama pandemi covid-19.
 
"Pemprov Bali sesungguhnya tak tinggal diam, kami terus berusaha berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Namun demikian, kita harus pahami bersama bahwa pusat punya pertimbangan tersendiri," kata Oka di Denpasar, Jumat, 17 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Sulsel Tambah 500 Vaksinator untuk Percepat Capaian Vaksinasi
 
Sebagai pihak yang berkecimpung dalam bidang pariwisata, Wagub yang biasa disapa Cok Ace menegaskan bahwa dirinya merasakan hal yang sama dengan pelaku pariwisata lainnya.
 
"Oleh sebab itu, kami terus berusaha memperjuangkan aspirasi yang berkembang," jelasnya.
 
Ia telah memetakan sejumlah faktor yang menghambat arus kedatangan wisatawan. Untuk kedatangan wisatawan domestik, dari pantauannya memang telah mengalami peningkatan, bahkan data terakhir telah menyentuh angka 13 ribu per hari.
 
"Tadi saya bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beliau mengatakan bahwa tidak seluruh rombongan bisa terbang ke Bali karena pesawat penuh," ungkapnya.
 
Ia menilai kondisi ini perlu segera dievaluasi oleh otoritas perhubungan agar penumpang yang hendak ke Bali tidak sampai terkendala penerbangan.
 
Sementara untuk kendala kedatangan wisatawan mancanegara, ia menginventarisasi beberapa kendala, antara lain syarat penerbangan langsung, penerbangan, lama waktu karantina, dan aturan pengurusan visa.
 
Dia mengatakan syarat penerbangan ke Bali perlu dievaluasi karena tidak mungkin perusahaan penerbangan mau memberangkatkan pesawat yang hanya mengangkut 10 atau 20 penumpang.
 
"Ini yang perlu dievaluasi, harus ada 'hub' dimana pesawat itu bisa menambah penumpang ke Bali. Misalnya kita tetapkan sejumlah negara sebagai 'hub' seperti Singapura atau alternatif lain," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif