Ilustrasi AFP
Ilustrasi AFP

Pemkot Solo Kirim 32 Sampel Terindikasi Omicron ke Semarang

Nasional pandemi covid-19 Kota Solo Omicron Varian Omicron
Triawati Prihatsari • 26 Januari 2022 12:09
Solo: Antisipasi kasus covid-19 varian Omicron, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengirimkan 32 sampel whole genome sequence (WGS) ke Balai Laboratorium Kesehatan Semarang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 sampel telah keluar hasilnya negatif Omicron dan dua sampel masih menunggu.
 
"Sampel-sampel tersebut kita kirimkan dari dua rumah sakit (RS), RSUD dr Moewardi Solo dan RS Dr Oen Kandang Sapi Solo. Untuk dua hasil yang belum keluar mudah-mudahan cepat keluar," terang Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, di Solo, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Menurutnya, salah satu kategori sampel yang dikirim tersebut memiliki kategori CT value di bawah 30. Akan tetapi, jika terdapat sampel dengan CT value di atas 30 namun memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri maka sampel tersebut juga dikirimkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, dia menekankan dengan menyebarnya varian Omicron di sejumlah daerah di Indonesia dan memasuki daerah Solo Raya, masyarakat tetap wajib menerapkan disiplin Protokol Kesehatan (prokes). Pemkot Solo juga tengah menyelesaikan vaksin anak serta vaksinasi booster sebagai upaya antisipasi menyebarnya varian baru tersebut.
 
Baca: Dugaan Omicron di DIY Disebut Bersumber dari Warga Cilacap
 
"Surveilans tetap dijalankan, kita kebut vaksin anak dan booster. Yang penting, masyarakat tetap tenang, omicron tidak seganas delta. Tetap wajib prokes," tegas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. 
 
Sementara itu, ia juga mengatakan Kota Solo lebih siap menghadapi Omicron dibandingkan delta sebelumnya. Gibran memastikan fasilitas kesehatan telah siap setiap saat untuk menerima pasien covid-19.
 
"Kalau terkait meninggalnya salah satu pasien Omicron yang dikonfirmasi pemerintah pusat, itu salah satunya karena dia belum vaksin. Makanya semua warga segera vaksin. Selain itu, pemerintah pusat kan memang sudah memprediksikan bahwa dalam waktu dua bulan ke depan akan ada kenaikan kasus," ungkapnya. 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif