Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

50 Daerah di Kulonprogo Berpotensi Longsor dan Banjir

Nasional cuaca ekstrem
Patricia Vicka • 19 November 2019 12:27
Kulon Progo: Bencana tanah longsor, banjir dan pohon tumbang mengintai warga Kulon Progo selama musim hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo telah memetakan 50 titik daerah yang berpotensi bencana.
 
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Ariadi mengatakan pemetaan wilayah ini didasarkan pada bencana hidrometeorologi yang menimpa Kulon Progo pada Maret 2019 lalu.
 
"Kami himbau warga di 50 titik ini mulai waspada akan bencana longsor, pohon tumbang, dan banjir," kata Ariadi di Yogyakarta, Selasa, 19 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ariadi menjelaskan tanah longsor kebanyakan terjadi di kawasan perbukitan di Kulonprogo sisi utara. Daerah rawan tanah logsor meliputi Kecamatan Kalibawang, Samigaluh, Kokap, dan Girimulyo.
 
Sedangkan banjir bisa ditemui di bantaran sungai di Kulon Progo sisi selatan. Sementara angin kencang lokasinya tidak bisa diprediksi.
 
Pihaknya telah mempersiapkan dan melakukan beberapa upaya pengurangan bencana. BPBD Kulonprogo telah mengecek seluruh early warning system (EWS) bencana yang dimiliki.
 
Ariadi menjelaskan ada 90 EWS yang tersebar di wilayah perbukitan Kulon Progo, yakni di Dusun Klepu, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang; Dusun Ngrancak, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo dan Dusun Jeruk, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh.
 
"Ews ada yang masih bagus. Ada juga yang tidak berfungsi. Meski demikian warga harus tetap waspada," jelas Ariadi.
 
Disamping itu BPBD turut menyiagakan personel di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) selama 24 jam. "Warga yang sedang dalam keadaan darurat bencana dapat menghubungi petugas Pusdalops kami," pungkas Ariadi.
 
BPBD turut mengimbau warga dan Pemkab untuk memangkas dahan pohon yang sudah rindang. Pemangkasan bertujuan untuk mencegah korban jowa jika terjadi angon kencang.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif