Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Lahan Bendungan Pamukkulu Mulai Dibebaskan

Nasional bendungan infrastruktur
Muhammad Syawaluddin • 13 Juni 2019 19:55
Makassar: Pembangunan Mega Proyek Bandungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan segera dimulai. Eksekusi lahan untuk pembangunan proyek tersebut akan dimulai setelah 14 Juni 2019.
 
"Di atas 14 Januari 2019 mendatang, pembebasan lahan untuk Bendungan Pamukkulu segera dimulai," kata Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 13 Juni 2019.
 
Pihaknya telah menandatangani surat keputusan (SK) panitia pembebasan lahan untuk pembangunan bendungan seluas 6.430 hektar tersebut. Pembebasan lahandiharapkan berjalan cepat dan bisa segera diserahkan ke Balai Pompengan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya menargetkan pembangunan fisik bendungan di Gowa dan Takalar sudah dimulai tahun ini. Setidaknya pembangunan di akhir tahun bisa mencapai lima persen.
 
Sudirman mengatakan masyarakat cukup antusias dengan pembangunan tersebut. Masyarakat banyak meminta camat untuk segera memproses pembebasan lahan di tempatnya.
 
"Kita tidak ada kendala. Menurut laporan dari bawah tidak ada kendala di tengah masyarakat terkait hal itu dan bupati juga," katanya.
 
Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Marva Ibnu, mengatakan Bendungan Pamukkulu selama ini terkendala ketersediaan lahan dari Pemerintah Kabupaten Takalar. Pihaknya sendiri sudah siap 100 persen untuk membangun.
 
Balai Pompengan tinggal menunggu lahan untuk dibangun bendungan di tahap pertama seluas 100 hektare. Bendungan Pamukkulu bakal menampung 82,7 juta meter kubik air dan berfungsi mengairi irigasi seluas 6.430 hektare. Selain mengendalikan banjir dan menyediakan air baku, bendungan juga bisa memberikan daya PLTA sebesar 25 MW.
 
Anggaran pembangunan disiapkan tiap tahun agar mega proyek ini dapat selesai. Harga lahan seluas 43 hektare yang ada di Kabupaten Takalar sudah inkrah di Mahkamah Agung dengan nilai Rp9 miliar.
 
Pekerjaan Bendungan Pammukkulu dibagi dua kegiatan. Paket pertama akan dikerjakan PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak Rp852 miliar dan paket dua dikerjakan PT Nindya Karya dengan kontrak Rp842 miliar.
 
Tahap pertama pengerjaan pembangunan dengan melakukan pembebasan lahan seluas 640 hektare dan tahap kedua pembangunan fisik jembatan. Proses pembebasan lahan untuk Bendungan Pamukkulu tersebut karena adanya protes dari masyarakat setempat yang tidak sepakat dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif