Ilustrasi. Pegunungan Soedirman tampak dari Timika ke Sugapa. Foto: MI/Briyan
Ilustrasi. Pegunungan Soedirman tampak dari Timika ke Sugapa. Foto: MI/Briyan

Penerbangan di Papua Paling Berbahaya di Dunia

Nasional pesawat hilang
Antara • 20 September 2019 13:46
Timika: Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob menerangkan Papua dikenal berbahaya bagi penerbangan karena medan geografisnya yang bergunung-gunung dan terjal. Selain itu kondisi cuaca cepat berubah, sehingga sering terjadi kecelakaan penerbangan di Papua.
 
"Dalam dunia penerbangan, Papua dikenal sebagai dangerous area in the world sehingga untuk terbang di Papua maka tidak boleh lengah, tidak boleh over confidence dan harus memperhatikan semua prosedur keselamatan penerbangan. Ini penting," kata Johannes di Timika, Papua, Jumat, 20 September 2019.
 
Dia melanjutkan Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua, menyatakan prihatin terhadap musibah pesawat Twin Otter DHC 6 seri 400 dengan nomor registrasi PK-CDC milik PT Carpediem Air yang hilang kontak di pedalaman Papua, sejak Rabu, 18 September 2019. Dia berharap pesawat dan awak penumpang segera ditemukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini kecelakaan penerbangan kedua dari Timika ke Ilaga setelah tiga tahun lalu pesawat Carebouw milik Pemkab Puncak yang dioperasikan Trigana Air juga mengalami lost contact," bebernya.
 
Johannes mengaku saat insiden hilang kontak pesawat Twin Otter PK-CDC tengah dalam perjalanan dengan pesawat dari Timika menuju Jayapura. Saat itu, katanya, kondisi cuaca di wilayah pegunungan Papua sangat cerah.
 
Dia mengaku hingga kini belum mengetahui penyebab hilangnya pesawat. Dia mengungkap sejumlah faktor bisa menyebabkan kecelakaan penerbangan di antaranya karena teknis, cuaca, dan faktor manusia.
 
"Dari sisi pesawat, saya mendapat informasi bahwa ini pesawat tipe terbaru di kelasnya dan belum setahun beroperasi di Papua, kalau soal maintenance pesawat ini tentu mendapat perhatian penuh oleh pihak maskapai," ujar Johannes.
 
Pesawat Twin Otter DHC6-400 PK-CDC dinyatakan hilang kontak dalam penerbangan dari Timika, Kabupaten Mimika, menuju Ilaga, Kabupaten Puncak pada Rabu, 18 September 2019, pukul 10.56 WIT.
 
Pesawat dikemudikan Kapten Pilot Dasep Ishak dengan Copilot Yudra Tetuko dan mekanik Ujang Suhendar. Pesawat itu membawa penumpang yaitu Bharada Hadi Utomo yang merupakan anggota Brimob. Pesawat itu membawa 1.700 kilogram beras.
 

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif