BPJS Kesehatan. Foto : MI/Ramdani.
BPJS Kesehatan. Foto : MI/Ramdani.

Penaikan Iuran BPJS Harus Diiringi Perbaikan Pelayanan

Nasional BPJS Kesehatan
Annisa ayu artanti • 02 November 2019 07:00
Magelang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta perbaikan manajemen dan pelayanan kepada masyarakat pasca penaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
 
"Kenaikan premi BPJS harus diikuti oleh perbaikan manajemen dan pelayanan, serta mendorong pelayanan kesehatan di masyarakat menjadi jauh lebih baik karena itu yang diharapkan masyarakat," kata Ganjar seperti dikutip Antara di Magelang, Jumat, 30 Oktober 2019.
 
Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan secara resmi pemerintah merestui penaikan iuran untuk peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) sebesar dua kali lipat dari saat ini. Iuran peserta BPJS Kesehatan untuk PBPU dan BP ditetapkan menjadi Rp42 ribu bagi kelas III.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara untuk kelas II iurannya sebesar Rp110 ribu, dan kelas I akan dikenakan iuran sebesar Rp160 ribu. Penaikan iuran berlaku awal 2020 mendatang.
 
Senada dengan Ganjar, Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi juga menyampaikan, keputusan pemerintah untuk menaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk semua kelas kontra produktif. Kontra produktif yang dimaksud adalah memicu gerakan turun kelas dari para anggota BPJS Kesehatan dan memicu tunggakan yang lebih masif.
 
"Jika kedua fenomena itu menguat, maka bisa menggegoroti finansial BPJS Kesehatan secara keseluruhan," kata Tulus.
 
Menurut Tulus, seharusnya pemerintah tidak mengambil langkah menaikan iuran ini, tetapi melakukan beberapa langkah strategis lain, seperti melakukan pembersihan data, mendorong semua perusahaan menjadi anggota, dan mengalokasikan penaikan cukai rokok.
 
"Jika ketiga point itu dilakukan maka secara ekstrim penaikan iuran BPJS Kesehatan tidak perlu dilakukan. Atau setidaknya tidak perlu naik sampai 100 persen," ucap dia.
 

 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif