Ilustrasi (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)
Ilustrasi (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

Kemenkeu Diminta Bayar Utang BPJS ke 325 RS di Jatim

Nasional BPJS Kesehatan
Amaluddin • 09 Oktober 2019 20:07
Surabaya: Tunggakan utang BPJS Kesehatan Jawa Timur yang tersebar di 325 rumah sakit di Jatim mencapai sekitar Rp2,5 triliun. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), agar segera ada pencairan dana talangan.
 
"Saat tugas ke Jakarta, saya sudah membawa data-data yang ada di rumah sakit di Jatim. Saya berharap dari suasana yang sekarang dihadapi rumah sakit yang membangun kerja sama dengan BPJS, ini kan tinggal dua bulan lagi jatuh tempo, jadi mereka harus mendapatkan support yang sudah terverifikasi agar tunggakan utang itu segera bisa terbayarkan," ujar Khofifah, di Surabaya, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Selain itu, Khofifah mengatakan anggaran talangan tersebut memang sudah disiapkan oleh Kemenkeu. Namun sampai saat ini tinggal menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sudah komunikasikan dengan Pak Wamenkeu, ini anggarannya sudah ada, PMKnya juga sudah siap, tapi Peraturan Menterinya (Permen) tinggal menunggu Perpresnya. Jadi ini menjadi penting untuk bisa memberikan rasa aman, bahwa rumah sakit harus bisa tetap melayani pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya. Insyaallah akan segera teralesiasi," kata Khofifah.
 
Sementara itu, Deputi Direktur BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur, Handaryo, mengatakan tanggungan utang BPJS Kesehatan terhadap 325 rumah sakit di Jatim belum terbayarkan. Bahkan, utang tersebut telah memasuki jatuh tempo yang harusnya dibayar dalam waktu dua bulan (Oktober).
 
"Totalnya sekitar Rp2,5 triliun, dan utang itu lebih dari dua bulan, bahkan sudah jalan di bulan ketiga," kata Handaryo.
 


 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif