Warga terlibat bentrok dengan petugas hendak menggusur makam Wareng di Tangerang. Foto: Medcom.id/Hendrik S
Warga terlibat bentrok dengan petugas hendak menggusur makam Wareng di Tangerang. Foto: Medcom.id/Hendrik S

Warga Tolak Penggusuran Makam Wareng di Tangerang

Nasional penggusuran
Hendrik Simorangkir • 15 Oktober 2019 14:07
Tangerang: Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tangerang mendapat penolakan warga saat hendak mengeksekusi Makam Wareng di Koang Jaya, Karawaci, Kota Tangerang, Banten. Reaksi penolakan dilakukan warga dengan memblokade pintu masuk makam.
 
Salah satu warga Koang Jaya Fakhrudin mengatakan menolak eksekusi wakaf. Pihaknya membentangkan spanduk bertuliskan 'Penjajah saja mengganti makam kami. Pemkot Tangerang mau merampas???' di pagar yang telah dibuat warga.
 
"Makam mau dibongkar, ya kita bertahan," ujarnya, di lokasi, Selasa, 15 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fakhrudin menjelaskan pihaknya tetap mempertahankan wakaf Wareng. Dia mengklaim Makam Wareng dirawat warga sejak 92 tahun lalu.
 
"Ini datang-datang mau digusur, rakyat pasti bergerak. Tidak terima," tegasnya.
 
Warga Tolak Penggusuran Makam Wareng di Tangerang
Warga menolak penggusuran makam Wareng di Tangerang, Banten. Foto: Medcom.id/Hendrik S
 
Ratusan petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri bersiaga di lokasi. Namun alat berat untuk menggusur makam belum tampak.
 
"Kita menghadapi pihak yang jumlahnya banyak. Maka, kita juga akan lebih banyak menurunkan massa demi kepentingan rakyat," jelasnya.
 
Eksekusi wakaf yang diisi ratusan makam masih dalam proses negosiasi antara pihak warga dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Negosiasi berlangsung di kantor Kelurahan Koang Jaya.
 
Namun petugas berupaya masuk ke dalam area makam sambil menurunkan alat berat. Hal ini memancing emosi warga. Warga ramai-ramai berlari, berteriak, menolak petugas hingga terlibat cekcok.
 
Warga melarang petugas menggusur lahan sebelum ada kesepakatan bersama.
 
"Kita masih menunggu persetujuan. Ini masih negosiasi. Jangan main bongkar-bongkar. Kami harapkan aparat keamanan untuk bertahan jangan sampai terjadi eksekusi," teriak seorang warga dengan menghalau petugas.
 
Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli mengatakan warga akan rugi jika melakukan aksi anarkistis. Gurfon menambahkan penggusuran Makam Wareng untuk menerapkan sistem lopping untuk mengurai kemacetan di Jalan KS Tubun.
 
"Membangun jalan ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi kepentingan masyarakat," jelasnya.
 
Pemkot Tangerang sudah melayangkan surat peringatan yang ketiga ke warga. Rencananya eksekusi wakaf berlangsung hari ini.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif