Ilustrasi - Seorang prajurit TNI AD memasang keterangan dampak gempa pada peta Kabupaten Malang di Posko Bencana Alam di Ampelgading di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.
Ilustrasi - Seorang prajurit TNI AD memasang keterangan dampak gempa pada peta Kabupaten Malang di Posko Bencana Alam di Ampelgading di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.

Struktur Bangunan Buruk Penyebab Banyaknya Rumah Rusak Saat Gempa Malang

Antara • 14 April 2021 09:05
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut struktur bangunan yang buruk menjadi salah satu penyebab banyaknya rumah dan bangunan yang rusak saat gempa di Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 10 April 2021. Banyak ditemukan bangunan tidak memenuhi persyaratan tahan gempa.
 
"Mayoritas bangunan tidak menggunakan struktur kolom pada bagian sudutnya," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 April 2021.
 
Dia mengatakan, faktor lain adalah kondisi batuan atau tanah setempat. Kerusakan banyak terjadi pada endapan alluvium dan endapan lahar gunung api.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Tutuyan Sulut
 
Selain itu, kondisi topografi setempat yang berupa lereng lembah yang tersusun oleh tanah atau batuan dengan klasifikasi kerapatan tanah (densitas) sedang serta jarak terhadap pusat gempa. Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil survei Makroseismik dan Mikroseismik BMKG di Malang, Blitar, dan Lumajang.
 
Salah satu titiknya yaitu di Desa Sumber Tangkil dan Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang merupakan wilayah terparah terdampak gempa.
 
Hasil survei akan diserahkan kepada pemda setempat sebagai bentuk peta mikrozonasi kerentanan gempa bumi. Selanjutnya menjadi dasar rekomendasi untuk rekonstruksi bangunan yang rusak agar dibangun pada zona dan standar bangunan yang tepat.
 
Dwikorita mengatakan sebenarnya gempa tidak membunuh atau melukai, namun bangunanlah yang melukai bahkan membunuh manusia. Sehingga diperlukan bangunan tahan gempa.
 
Baca: Korban Meninggal Akibat Gempa Malang Bertambah
 
"Potensi bahaya gempa bumi di Indonesia sangat besar, jadi harus diantisipasi dengan menerapkan 'building code' dengan ketat dalam membangun struktur bangunan. Bangunan tahan gempa bumi wajib diberlakukan di daerah rawan gempa," jelasnya.
 
Gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Malang, Jawa Timur, dan sekitarnya pada Sabtu, 10 April 2021.  Musibah tersebut berdampak pada 15 kabupaten/kota di Jawa Timur, mulai dari Probolinggo hingga Ponorogo yang menyebabkan ribuan rumah dan ratusan fasilitas umum rusak
 
Menurut Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Senin, 12 April 2021,  sebanyak 179 fasilitas umum rusak karena gempa. Bencana itu juga mengakibatkan 1.361 rumah rusak ringan, 845 rumah rusak sedang, dan 642 rumah rusak berat.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif