Titik api diam dari lereng Gunung Merapi di Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa, 5 Januari 2021. (Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)
Titik api diam dari lereng Gunung Merapi di Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa, 5 Januari 2021. (Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)

Gunung Merapi Luncurkan 9 Kali Lava Pijar

Nasional gunung merapi bencana alam erupsi gunung
Antara, Media Indonesia.com • 07 Januari 2021 09:14
Yogyakarta: Gunung Merapi memgeluarkan luncuran lava pijar sebanyak sembilan kali dalam kurun waktu enam jam, sejak pukul 00.00-06.00 WIB, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Heru Suparwaka menyatakan, guguran lava pijar itu mengarah ke hulu Sungai Krasak di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
 
"Jarak luncur maksimal 500 meter dari puncak," kata Heru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, pada periode pengamatan Rabu, 6 Januari 2021, pukul 18.00-24.00 WIB, luncuran lava pijar tidak teramati karena puncak Gunung  Merapi tertutup kabut. Demikian pula, ketinggian asap dan intensitasnya pada periode 18.00- 24.00 WIB juga tak bisa diamati. 
 
"Sedangkan pada periode 00.00-06.00 WIB, Kamis pagi, tinggi asap mencapai 100 meter dari puncak dengan intensitas tebal, berwarna putih," imbuhnya.
 
Baca juga: Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Terpapar Covid-19
 
Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadi 21 kali gempa guguran di Gunung Merapi dengan amplitudo 4-34 mm dan durasi 16-76 detik, 26 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-5 mm dan durasi 9-42 detik, dan 70 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-25 mm dan durasi 5-10 detik.
 
Berikutnya, 13 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 40-75 mm dan durasi 12-29 detik, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3-5 mm dan durasi 116-139 detik.
 
"Dari hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida.
 
Cuaca di gunung itu berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat dengan suhu udara 14-20 derajat celsius, kelembaban udara 72-90 persen dan tekanan udara 565-685 mmHg.
 
Baca juga:  DIY Jemput Bola Tes Covid-19 Warga
 
BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak.
 
"Untuk penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. Juga pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi," jelas Hanik.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif