Kepala Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara, Suyanto. ANTARA/Novi Abdi-Bagus Purwa
Kepala Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara, Suyanto. ANTARA/Novi Abdi-Bagus Purwa

Penduduk di Ibu Kota Baru Terus Bertambah

Nasional pertumbuhan penduduk Ibu Kota Baru Kalimantan Timur
Antara • 25 November 2021 06:06
Penajam: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara menyebutkan, jumlah penduduk di daerah itu terus bertambah setelah penetapan wilayah Kecamatan Sepaku sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia baru di Provinsi Kalimantan Timur.
 
"Arus urbanisasi tidak bisa terbendung sejak sebagian wilayah Penajam Paser Utara, yakni Kecamatan Sepaku ditetapkan sebagai lokasi ibu kota negara atau IKN yang baru," ujar Kepala Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara, Suyanto, di Penajam, Kamis, 25 November 2021.
 
Dia memprediksi, jumlah penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara akan terus meningkat. Sehingga harus melakukan antisipasi adanya lonjakan urbanisasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini terdata jumlah penduduk terus bertambah, ada tambahan sekitar 3.673 jiwa sepanjang 2021," tambahnya.
 
Baca: Banyak Perusahaan Swedia Tertarik Berpartisipasi dalam Pembangunan Ibu Kota Baru RI
 
Tercatat jumlah penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara sepanjang 2021 sebanyak 185.022 jiwa, ketimbang oada 2020 yaknin 181.349 jiwa. Disdukcapil sudah melakukan coklit (pencocokan dan penelitian) data kependudukan dengan data Kementerian Dalam Negeri.
 
"Sampai Juli 2021 ada penambahan penduduk sekitar tiga ribuan," jelas Suyanto.
 
Penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara yang sudah wajib memiliki KTP (kartu tanda penduduk) atau berusia 16 tahun ke atas sebanyak 127.151 jiwa, laki-laki sebanyak 65.831 orang dan perempuan sebanyak 61.320 orang.
 
Dari jumlah penduduk 185.022 jiwa kata dia, warga berjenis kelamin laki-laki mendominasi dengan total 95.776 orang, sedangkan warga berjenis kelamin perempuan sebanyak 89.246 orang.
 
"Jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan yang perempuan, termasuk yang sudah wajib KTP atau sudah memiliki hak pilih," ucap Suyanto.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif