Pihak kepolisian memakamkan jenazah pimpinan kelompok teroris MIT Poso Ali Kalora dan pengikutnya Jaka Ramadan, ke TPU Poboya, Palu, Sulteng. (Foto: ANTARA)
Pihak kepolisian memakamkan jenazah pimpinan kelompok teroris MIT Poso Ali Kalora dan pengikutnya Jaka Ramadan, ke TPU Poboya, Palu, Sulteng. (Foto: ANTARA)

Jenazah Ali Kalora Dimakamkan di Palu

Nasional terorisme penembakan Teroris radikalisme Palu
Media Indonesia.com • 20 September 2021 11:37
Palu: Jenazah pimpinan teroris Mujahid Indonesia Timur (MIT) Ali Ahmad alias Ali Kalora, bersama jenazah anak buahnya Jaka Ramadan alias Rama alias Ikrima dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu malam, 19 September 2021.
 
Pemakaman itu dilakukan pihak keluarga Ali Kalora. Sebelum dimakamkan, sample DNA Ali dicocokkan dengan sample DNA istri dan dua anaknya yang datang di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng di Palu.
 
"Istri dan dua anak Ali Kalora datang dari Poso Minggu sore dan langsung diambil sample DNA-nya kemudian dicocokkan. Setelah cocok, jenazah Ali langsung mereka bawa untuk dimakamkan," kata Wakasatgas Operasi Madago Raya AKB Bronto Budiyono, Senin, 20 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Macan Tutul Jawa Muncul di Hutan Sanggabuana Karawang
 
Menurutnya, pemakaman Ali dilakukan di Palu berdasarkan persetujuan pihak keluarga. Hal tersebut mengingat kondisi jenazah yang sudah membusuk. Selain itu, pemakaman Ali dilakukan di Palu juga untuk mengantisipasi gejolak jika dimakamkan di Poso.
 
"Ali pasti banyak simpatisan di Poso. Jangan sampai dimakamkan di Poso simpatisannya berkumpul, sehingga bisa menimbulkan gangguan keamanan. Nah, itu yang kita tidak inginkan terjadi," dalihnya.
 
Karena pertimbangan itu, jenazah Ali dan Jaka kemudian dikebumikan di TPU Kelurahan Poboya.
 
"Prosesi pemakaman juga dilakukan pihak keluarganya dan didampingi personel TNI dan Polri," ungkap Bronto. 
 
Namun, untuk jenazah Jaka tidak didampingi pihak keluarga karena tak satu pun keluarganya di Banten yang datang. Baik untuk mencocokkan sample DNA hingga ke pemakaman. 
 
"Karena tidak ada keluarganya datang, jenazah Jaka juga langsung dimakamkan di TPU Poboya," imbuhnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif