ilustrasi banjir. Medcom.id
ilustrasi banjir. Medcom.id

303 Rumah Warga Luwu Utara Masih Terendam Banjir

Nasional hujan banjir Bencana Banjir
Lukman Diah Sari • 23 September 2021 07:05
Jakarta: Sebanyak 303 rumah warga di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, masih terendam banjir hingga Rabu sore, 22 September 2021. Banjir berlangsung sejak Senin, 20 September 2021, sekitar pukul 21.00 Wita.
 
"Ketinggian muka air yang berkisar antara 30 hingga 100 cm," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 September 2021.
 
Dia menerangkan, banjir juga merendam fasilitas umum dan aset lain warga. Seperti lahan dan tambak. Pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu per Rabu, 22 September, pukul 17.00 WIB, sebanyak 636 KK atau 2.095 jiwa terdampak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belum ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir tersebut," ungkapnya.
 
BPBD mendata sejumlah fasilitas umum yang terdampak, antara lain tempat ibadah lima unit, fasilitas Pendidikan empat, kantor desa tiga dan fasilitas kesehatan tiga. Sedangkan aset warga, seluas 583 hektare tambak dan 285 hektare pertanian terdampak.
 
Baca: Sungai Kayan Meluap, Kawasan Tanjung Kelor Kaltara Kebanjiran
 
Wilayah terdampak berada di empat desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Desa Mekar Sari Jaya dan Desa Marannu di Kecamatan Baebunta Selatan; Desa Pince Pute di Malangke serta Desa Subur di Sukamaju.
 
Peristiwa banjir di empat desa dipicu oleh curah hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut. Hal tersebut menyebabkan debit air beberapa sungai meluap, seperti Sungai Rongkong, Masamba dan Lampuawa.
 
"Personel BPBD Kabupaten Luwu Utara bersiaga apabila warga membutuhkan evakuasi ke tempat yang aman," terangnya.
 
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan pihak aparat desa untuk pendataan dampak maupun kebutuhan di lokasi terdampak. Dari hasil kaji cepat, kebutuhan mendesak yang diperlukan yaitu sembako dan air mineral.
 
"BPBD setempat membutuhkan peninggian badan tanggul serta normalisasi saluran pembuangan air untuk penanganan banjir," jelasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif