Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Dinkes Cirebon Kesulitan Dapatkan APD

Nasional Virus Korona
Ahmad Rofahan • 29 Maret 2020 01:25
Cirebon: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Jawa Barat, kesulitan mendapatkan alat pelindung diri (APD). Sedianya anggaran Rp1,5 miliar sudah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan bagi tenaga medis dalam penanganan virus korona (covid-19) ini.
 
"Barangnya nyaris kosong (di pasaran), sulit sekali carinya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edi Sugiarto, Sabtu, 28 Maret 2020.
 
Menurut dia, setiap harinya, Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati membutuhkan 20 APD lengkap. Sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) juga memerlukan perlengkapan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edi mengaku pihaknya tersu berkeliling mencari APD di pasaran. Dalam sehari, Dinkes maksimal mendapatkan 24 boks APD.
 
"Tapi ya lumayan cape juga kalau setiap hari harus mutar," kata Edi.
 
Untuk itu, ia mendukung langkah kepolisian mencari para penimbun APD. Pasalnya, APD dibutuhkan petugas medis. Dia berharap vendor ataupun masyarakat yang menimbun APD segera mengeluarkan barangnya.
 
"Kalau ada barangnya, langsung kita beli," ujar dia.
 
Di sisi lain, Edi menyebutkan anggaran Rp1,5 miliar ini untuk memenuhi kebutuhan APD selama 90 hari. APD bakal disebar di rumah sakit, 119 puskesmas, laboratorium kesehatan daerah, dan untuk kegiatan lainnya.
 
"Untuk saat ini, APD untuk rumah sakit hanya bertahan sekitar seminggu lagi," jelas dia.
 
Dinkes Cirebon Kesulitan Dapatkan APD
Pekerja membuat APD tenaga medis di Pusat Industri Kecil, Penggilingan, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020. Foto: Antara/Galih Pradipta
 
Baca: Pelaku Industri Diminta Produksi Massal APD
 
Sementara itu, kasus positif covid-19 di Indonesia masih terus meningkat. Ada penambahan 109 kasus baru sehingga pasien positif menjadi 1.155 per Sabtu, 29 Maret 2020.
 
Sebanyak 59 berhasil sembuh dari penyakit dengan gejala, flu, demam, dan sesak napas ini. Di sisi lain, virus korona menyebabkan 102 kematian di Tanah Air.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif