Ilustrasi. Pemerintah Jepang ambil langkah antisipasi hadapi wabah virus korona. Foto: AFP
Ilustrasi. Pemerintah Jepang ambil langkah antisipasi hadapi wabah virus korona. Foto: AFP

Kedatangan 17 WNA Ditolak di Bandara Soekarno Hatta

Nasional Virus Korona
Hendrik Simorangkir • 28 Februari 2020 21:11
Tangerang: 17 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara ditolak kedatangannya oleh petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Penolakan terkait pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19) masuk ke Indonesia.
 
"Mereka yang ditolak karena pernah berkunjung ke Tiongkok dalam kurun waktu 14 hari sebelum mereka masuk ke Indonesia," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Saffar Muhammad Godam, Jumat, 28 Februari 2020.
 
Godam mengatakan penolakan itu sudah sesuai dengan Permenkumham nomor 3 tahun 2020 tentang visa kunjungan, visa, dan pemberian izin tinggal keadaan terpaksa bagi warga negara Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah masuknya virus korona ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta," imbuhnya.
 
Baca:Virus Korona Menyebar di Kalangan Elite Iran
 
WNA yang ditolak berasal dari Tiongkok empat orang, Malaysia empat orang, Australia dua orang. Ada juga dari Amerika Serikat, Thailand, India, Jepang, Ghana, Mali dan Yaman, masing-masing satu orang.
 
Sementara itu, virus korona terus menjangkiti di sejumlah negara. Salah satunya Iran. media Iran melaporkan bahwa Wakil Presiden negara itu untuk Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar, telah dinyatakan positif mengidap coronavirus.
 
Selain itu, kepala komite keamanan dan kebijakan nasional parlemen Iran, Mojtaba Zolnour, juga mengumumkan pada Kamis bahwa ia juga terjangkit virus. Anggota parlemen berusia 56 tahun berasal dari Qom, salah satu dari dua kota paling suci di Syiah Islam dan pusat virus di Iran.
 
Iran memiliki kematian terbanyak akibat coronavirus di luar Tiongkok — 26, sementara itu hanya melaporkan 245 kasus. Sebaliknya, Korea Selatan memiliki kasus terbanyak di luar Tiongkok, 1.766, tetapi dengan hanya 13 kematian.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif