Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

99 Prajurit TNI di Pusdikpom Kodiklat AD di Cimahi Positif Korona

Nasional Virus Korona
Roni Kurniawan • 10 Juli 2020 15:48
Cimahi: Puluhan prajurit TNI AD di lingkungan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Kodiklat AD, di Cimahi, Jawa Barat, terpapar covid-19. Sebanyak 99 orang dinyatakan positif usai dilakukan tes swab.
 
"Betul kita terima informasi ada personel TNI di Pusdikpom yang positif covid-19," ujar Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna,di Cimahi, Jawa Barat, Jumat, 10 Juli 2020.
 
Berdasarkan data yang diperoleh Ajay, terdapat 99 prajurit TNI AD yang dinyatakan positif. Dengan rincian 74 prajurit dan 25 organik. Puluhan orang itu sebelumnya berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang Dinkes Cimahi sedang tracing dan berkoordinasi dengan Danpusdikpom. Awalnya itu dari hasil swab test Jumat minggu lalu," terangnya.
 
Baca:Penularan Covid-19 Lewat Udara Bisa Diminimalisasi
 
Ajay mengungkapkan, puluhan prajurit TNI AD tersebut tengah melakukan isolasi mandiri di area Pusdikpom. Pihak Pusdikpom telah menutup seluruh akses pintu masuk, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran korona.
 
"Mereka melakukan karantina sendiri di lingkungannya. Informasinya semua pintu masuk ditutup dan digembok, jadi tidak ada yang keluar masuk," tegas Ajay.
 
Ajay meminta warga sekitar Pusdikpom untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga yang merasa pernah melakukan kontak dengan prajurit TNI AD diminta segera melakukan rapid tes di fasilitas kesehatan terdekat.
 
"Jelas khawatir juga siswa Pusdikpom ini berinteraksi dengan warga sekitarnya. Jadinya bisa menularkan ke yang lain, itu akan jadi persoalan tersendiri. Kita tahu kalau Pusdikpom itu kan dekat dengan lingkungan masyarakat," ungkapnya.
 
Baca:Warga Sekitar Secapa AD Wajib Tes Covid-19
 
Sementara itu, perihal penyebaran virus korona di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), di Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, segera ditetapkan jadi lokasi klaster baru covid-19. Kelurahan Hegarmanah segera diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) atau karantina wilayah.
 
"Saya belum bisa sampaikan apakah besok atau lusa. Akan saya rapatkan dengan gugus tugas secepatnya," kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat, 10 Juli 2020.
 
Oded mengaku, pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas secara teknis pelaksanaan PSBM di Hegarmanah. Termasuk perihal penutupan akses untuk memutus penyebaran korona.
 
"Teknisnya nanti itu akan kita rapatkan dulu dengan gugus tugas," sahutnya.
 
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta Pemkot Bandung untuk segera menetapkan PSBM di sekitar Secapa AD setelah ribuan siswa didik dan personel TNI AD yang terkonfirmasi korona.
 
"Saya sarankan kawasan di Hegarmanah dan sekitarnya dilakukan PSBM. Jadi jalan yang masuk ke sana ditutup. Orang yang boleh masuk hanya penghuni. Saya titip kepada pak wali untuk 14 hari ditutup dulu untuk memasatikan tidak ada kebocoran," kata Emil ditempat yang sama.
 

(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif