Petugas memberikan sanksi sosial terhadap warga Kota Malang, Jawa Timur yang tidak mengenakan masker, Kamis, 10 September 2020. ANTARA/HO-Humas Pemkot Malang
Petugas memberikan sanksi sosial terhadap warga Kota Malang, Jawa Timur yang tidak mengenakan masker, Kamis, 10 September 2020. ANTARA/HO-Humas Pemkot Malang

Pemkab Gunungkidul Intensifkan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan

Nasional Virus Korona Pencegahan Covid-19 Protokol Covid-19
Antara • 12 Oktober 2020 08:50
Gunungkidul: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengintensifkan operasi yustisi protokol kesehatan karena masih banyak warga belum mematuhi. Operasi menyasar kepada pemakaian masker untuk menekan penyebaran covid-19.
 
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Gunungkidul, Hery Sukaswadi, mengatakan selama September lalu pihaknya menjaring 2.437 warga yang tidak mengenakan masker. 1.663 pelanggar mendapat teguran lisan dan 774 sisanya teguran tertulis.
 
"Ke depan kami akan mengintensifkan operasi yustisi untuk memastikan warga patuh terhadap protokol kesehatan. Operasi ini pun menjadi bentuk edukasi pencegahan penyebaran covid-19," kata Hery di Gunungkidul, Senin, 12 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Target 36 Juta Vaksin Covid-19 Mesti Didongkrak
 
Hery menjelaskan total kasus terkait dengan penularan virus korona jenis baru itu di daerah setempat hingga saat ini 272 kasus.
 
Selama 15-29 September 2020, tim gabungan melaksanakan 12 kali operasi yustisi, delapan operasi menyasar perorangan, yaitu mereka yang beraktivitas di luar rumah.
 
Sisanya pada kegiatan masyarakat dan destinasi wisata, masing-masing dua kali operasi. Ada 533 pelanggar di destinasi wisata dan 398 pelanggar dari kegiatan masyarakat.
 
"Melihat data tersebut, angka pelanggaran pemakaian masker di Gunung Kidul masih tergolong tinggi. Pelanggar rata-rata membawa masker namun tak dipakai, serta menggunakan masker namun keliru," jelasnya.
 
Pihaknya akan menerapkan sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan mulai diberlakukan pada Oktober ini. Sanksi yang diterapkan berbentuk pembinaan, yaitu bela negara dan kerja sosial.
 
Sanksi bela negara dilakukan dengan menyanyikan lagu kebangsaan, lagu-lagu nasional serta menghafal Pancasila, sedangkan sanksi sosial berupa kegiatan sukarela pembersihan di sekitar area operasi.
 
"Pelanggar kami minta menyapu serta mencabuti rumput di area operasi sebagai bentuk sanksi sosialnya," ujar Hery.
 


 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif