Sempat Demo, Orang Tua Setuju Sistem Mutasi
Orang tua murid yang anaknya tidak diterima di SMPN 23 Kota Tangerang menggelar demo di sekolah tersebut. Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Tangerang: Unjuk rasa disertai dengan penyegelan gerbang sekolah SMPN 23 Tangerang oleh orang tua murid telah usai. Para wali murid menyetujui sistem mutasi yang diajukan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Abduh Surahman.

Kepastian tersebut dikatakan langsung oleh Abduh. Sebanyak 34 peserta dari RW 04 bisa keterima di SMPN 23 Tangerang dengan sistem mutasi hanya satu semester di sekolah swasta.

Pemerintah menanggung biaya sekolah siswa yang ikut program ini. Abduh menyebut cara ini disetujui oleh para orang tua murid.


"Sebanyak 34 orang bisa sekolah di sini (SMPN 23), kalau berdoanya Ibu bagus, harapan enam bulan bisa di sini. Pahitnya satu tahun," imbuhnya.

Para pendemo pun akhirnya mereda. Abduh berhasil membujuk para warga. Mereka menyetujui solusi sistem mutasi itu.

"Ya kami setujui. Asalkan jangan hanya janji tapi harus ditepati," ujar koordinator aksi Ardiyanto.

Mereka mengancam akan kembali unjuk rasa di kantor Pemerintah Kota Tangerang. Orangtua murid pun berangsur-angsur meninggalkan sekolah.

Seketika suasana di SMPN 23 Tangerang kembali beraktivitas seperti biasa.

Sebelumnya, Abduh beserta orang tua murid yang diterima masuk di SMPN 23 Kota Tangerang, sempat disandera oleh para orang tua murid yang anaknya tidak masuk. Pintu gerbang digembok oleh warga menggunakan lakban.

Abduh kembali menggelar rapat pertemuan di dalam ruangan sekolah dengan para perwakilan orangtua murid yang didampingi Kapolsek Cipondoh Kompol Sutrisno.

Meski sempat berlangsung alot, tetapi solusi telah rampung. Intinya adalah Kadindik tetap menyarankan sistem mutasi.




 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id