Warga menyiapkan tempat penampungan air bersih untuk pengungsi di Gene Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis (18/7/2019). ANTARA FOTO/Abdul Fatah.
Warga menyiapkan tempat penampungan air bersih untuk pengungsi di Gene Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis (18/7/2019). ANTARA FOTO/Abdul Fatah.

Tanggap Darurat Penanganan Gempa Halmahera Diperpanjang

Nasional gempa bumi
Antara • 22 Juli 2019 12:26
Ternate: Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) perpanjang tanggap darurat hingga 28 Juli 2018. Penambahan waktu dilakukan karena masih perlu penanganan korban gempa berkekuatan magnitudo 7,2 yang masih berada di titik lokasi pengungsian.
 
"Tanggap Darurat masih ditambahkan hingga 28 Juli 2019 dalam penanganan pengungsi gempa Halsel," kata Ketua Tim Tanggap Darurat Kabupaten Halsel, Helmi S Botutuhe di Ternate, Senin, 22 Juli 2019.
 
Dalam penanganan gempa, Pemkab Halsel sebelumnya menetapkan tanggap darurat 14-21 Juli 2019 dan diperpanjang, karena masih banyaknya korban bencana gempa yang menempati areal pengungsian di daerah dataran tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hekmi kembali mengatakan tambahan waktu tanggap darurat karena penanganan korban gempa bumi masih berlangsung dan bahkan hingga saat ini masih berada di tempat pengungsian.
 
Awalnya pemerintah daerah menetapkan tanggap darurat sejak 14 Juli hingga 20 Juli 2019, berbagai upaya penanggulangan terhadap korban gempa bumi yang tersebar di 73 desa yang saat ini masih menempati lokasi pengungsian.
 
"Kita sudah maksimal, namun ada beberapa kendala sehingga tanggap darurat harus diperpanjang," ungkap Helmi.
 
Sebelumnya bantuan logistik berupa beras untuk korban yang terkena dampak gempa bumi yang tersebar di 73 Desa di Kabupaten Halmahera Selatan saat ini mulai berkurang.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Selatan, Iswan Hasyim menyatakan pihaknya langsung menghubungi Badan Urusan Logistik (Bulog) Ternate, agar segera mengirim beras sebanyak 70 ton, melalui ekspedisi yang telah dihubungi.
 
"Ada beras 70 ton di Bulog, besok harus segera dikirim ke Halsel dan terkait bongkar muat beras dari Dolog Ternate, hingga tiba di Pelabuhan Babang Kabupaten Halmahera Selatan, tampaknya terkendala dengan biaya buruh hingga transportasi," kata Iswan.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif