Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Warga Surabaya Diimbau Waspada Penculikan

Nasional penculikan
Syaikhul Hadi • 24 November 2019 11:15
Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya mewaspadai aksi penculikan anak yang akhir-akhir ini marak terjadi di daerah lain. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah memerintahkan para camat dan lurah agar membuat surat edaran yang ditujukan kepada sekolah-sekolah dan mayarakat melalui RW dan RT setempat.
 
"Kita harap tidak ada penculikan anak di Surabaya. Makanya kami minta RT RW siaga," ujar Risma, Minggu, 24 November 2019.
 
Dia menerangkan surat edaran sebagai imbauan agar pihak sekolah dan orang tua waspada dengan aksi penculikan terhadap anak. Dia mengungkap sekolah-sekolah sudah dipasang CCTV, sehingga pelaku penculikan bisa mudah ditemukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena kita bisa akses ke Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil). Kamera (CCTV) tak hanya di sekolah, namun juga di jaln-jalan, masjid, gereja, kemudian mal. Kita ketahui gerak-geriknya (pelaku),” katanya.
 
Pihaknya meminta para guru memantau saat siswa hendak pulang. Untuk memastikan anak telah dijemput orang tuanya.
 
Kepala BPB (Badan Penanggulangan Bencana) dan Linmas (Perlindungan Masyarakat) Kota Surabaya, Eddy Christyanto, mengatakan surat edaran yang disampaikan ke para camat dan lurah se-Kota Surabaya untuk mengingatkan warga dan guru agar berhati-hati terhadap orang asing yang ingin menjemput anak mereka.
 
"terutama saat jam pulang sekolah atau di tengah jam pelajaran, kalau yang jemput orangnya enggak kenal jangan dilepas. Harus orang yang biasa jemput," ujarnya Eddy.
 
Eddy berharap pembantu rumah tangga (PRT) juga waspada terhadap orang lain yang ingin menjemput anak majikan. Jika tak mengenal orang tersebut, sebaiknya tak dijinkan.
 
"Misal, orangnya mengatakan, kalau dirinya disuruh mamanya. Nah, tolong jangan mudah percaya dengan hal-hal semacam ini," harapnya.
 
Langkah preventif yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk mengantisipasi kasus penculikan di wilayahnya. Pihaknya juga menginstruksikan kepada para kasatgas (Kepala Satuan Tugas) Linmas untuk berkeliling ke sekolah-sekolah, terutama TK dan SD.
 
"Kalau jam pulang, saya minta dimonitor. Terutama terhadap sekolah-sekolah yang sifatnya eksklusif, dimana anak-anaknya naik antar jemput. Mereka (sekolah) kita minta menutup pagar dan berhati-hati," tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif