Kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Jumat, 13 September 2019. Medcom.id/ Anwar Sadat Guna
Kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Jumat, 13 September 2019. Medcom.id/ Anwar Sadat Guna

Riau Dapat Kiriman Asap Karhutla Jambi

Nasional kebakaran lahan dan hutan
Anwar Sadat Guna • 13 September 2019 19:35
Pekanbaru: Kabut asap tebal menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat, 13 September 2019. Kabut asap tebal itu akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di Kepri. Update hingga sore tadi, terdapat 44 titik hotspot atau titik api.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengatakan upaya pemadaman titik api di Riau terus dilakukan oleh tim gabungan. "Sampai dengan sore ini kami terus bekerja, memadamkan titik api (hotspot) tersebut," kata Edwar kepada Medcom.id, Jumat, 13 September 2019.
 
Edwar menjelaskan terdapat 44 hotspot dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen. "Titik-titik api inilah yang saat ini sedang dilakukan pemadaman oleh tim," tegasnya. Kabut asap di Pekanbaru sendiri sudah masuk dalam level berbahaya sesuai data yang dirilis BMKG.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di tengah upaya tim gabungan memadamkan karhutla, asap dari karhutla di Palembang dan Jambi juga harus dipadamkan. "Saat kami berjuang memadamkan di sini (Riau), di Jambi dan Sumatera Selatan juga harus padam," ujarnya.
 
Dikatakan Edwar, dua lokasi tersebut adalah bagian hulu kabut asap. "Saran kami, justru di Jambi dan Sumsel harus lebih dulu dipadamkan. Karena di sana hulunya, kami ini hilir," ungkap Edwar.
 
Menurut Edwar kalau di hulu tidak tertangani, sedangkan di hilirnya sudah ditangani, asap tetap akan menyelimuti Riau. "Asap di bagian hulu tersebut terbawa angin, yang bertiup dari Selatan ke Utara (Riau)," tambah Edwar.
 
Sesuai data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hotspot atau titik api di Sumatera, dengan level confidence di atas 50 persen, tersebar di beberapa wilayah, yakni; Bengkulu tujuh titik api, Jambi 154 titik, Lampung 37 titik, Sumsel 265 titik, Sumbar tiga titik api, Sumut satu titik, Kepulauan Riau satu titik, dan Babel 34 titik.
 
Dua wilayah yakni Jambi dan Sumatera Selatan menyumbang titik api karhutla terbanyak, masing-masing 154 titik dan 265 titik. "Untuk saat ini di Riau, hotspotnya fluktuatif. Hari sekitar 44 hotspot. Setiap hari berkurang, kadang bertambah. Tadinya apinya besar berhasil dipadamkan. Namun terkadang muncul hotspot kecil namun kemudian besar," pungkas Edwar.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif