Asap membubung dari lokasi kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno terlihat dari Desa Landungsari, Malang, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Asap membubung dari lokasi kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno terlihat dari Desa Landungsari, Malang, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Pemadaman Karhutla Gunung Arjuno Ditarget Tuntas Dua Hari

Nasional Kebakaran Lahan dan Hutan
Amaluddin • 14 Oktober 2019 18:37
Surabaya: Pemadaman melalui udara (water bombing) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Arjuno Welirang, Malang, ditarget tuntas selama dua hari. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Suban Wahyudiono mengatakan pemadaman dilakukan terhitung mulai hari ini.
 
"Helikopter water bombing sudah ada. Dengan penggunaan water boombing ini, kami target api dapat segera dipadamkan dalam kurun waktu dua hari," kata Suban saat dikonfirmasi, Senin, 14 Oktober 2019.
 
Subhan menjelaskan pemadaman kebakaran Gunung Arjuno Malang harus dilakukan melalui helikopter. Pasalnya akses menuju gunung tersebut menemui banyak kendala.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satunya titik lokasi terletak di 2.380 mdpl dengan kemiringan lereng 60 derajat. Selain itu petugas butuh waktu 5-6 jam untuk menjangkau lokasi, dan angin kencang membuat petugas kesulitan. "Kemudian penyebaran titik yang semakin luas, membuat petugas kesulitan untuk memadamkan api," jelas Subhan.
 
Subhan menyebut titik panas api di Gunung Arjuno tersebar di lereng Gunung Arjuno, yang ikut wilayah Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto. Hingga saat ini sudah 16 kali kejadian karhutla sejak 30 September lalu. "Di antaranya terjadi di Ponorogo, Mojokerto, Magetan dan Lumajang pada 1 Oktober," beber Subhan.
 
Kemudian hari berikutnya karhutla juga terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Batu, Trenggalek, Jombang, Situbondo dan Bondowoso. Serta pada tanggal 6 Oktober, kebakaran melanda Trenggalek, Mojokerto, dan terbaru adalah Gunung Arjuno, Malang.
 
"Kami harap water bombing dapat segera memadamkan karhutla Gunung Arjuno Malang. Apalagi di sana terdapat hutan konservasi yang banyak terdapat tanaman dan satwa langka," pungkas Subhan.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif