Ilustrasi--Bea Cukai Tangerang ungkap peredaran rokok ilegal. (Foto: ANTARA/Fauzan)
Ilustrasi--Bea Cukai Tangerang ungkap peredaran rokok ilegal. (Foto: ANTARA/Fauzan)

Razia Rokok Ilegal Diminta Lebih Intensif

Nasional industri rokok
Rhobi Shani • 21 November 2019 17:45
Kudus: Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) Jawa Tengah, meminta pemerintah lebih giat menindak rokok ilegal. Kenaikan cukai dinilai akan memicu produksi rokok tanpa cukai dan rokok dengan pita cukai palsu merebak.
 
Ketua PPRK, Agus Sarjono, mengatakan, naiknya cukai rokok sebesar 23 persen mulai tahun depan dapat menjadi celah peningkatan produksi rokok ilegal. Sebab, rokok ilegal tak terpengaruh dengan kenaikan harga cukai sebagaimana harga rokok biasa.
 
“Penindakan rokok ilegal harus ditingkatkan dan lebih intensif lagi,” ujar Agus, Kamis, 21 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penindakan tegas terhadap produsen rokok ilegal diharapkan dapat mengurangi peredaran rokok tanpa cukai atau rokok dengan cukai palsu. Sehingga, rokok bercukai dengan sasaran konsumen menengah ke bawah tetap mendapatkan pangsa pasar.
 
“Respons teman-teman tentu penyesuaian harga. Karena yang naik semua, pemberantasan terhadap rokok-rokok ilegal harus ditingkatkan,” kata Agus.
 
Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menjadi zona merah produksi rokok ilegal. Sepanjang November 2019, sebanyak 1.126.950 batang rokok ilegal dan cukai palsu disita dari tempat produksi di Kecamatan Kalinyamatan dan Kecamatan Welahan.
 
Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus, Dwi Prasetyo Rini, mengatakan, Jepara merupakan produsen rokok ilegal terbanyak. Catatan penindakan Kantor Bea Cukai Kudus, hingga 14 November 2019, sudah ada 128 kali operasi yang dilakukan di seluruh eks karisidenan Pati. Dari penindakan tersebut, potensi kerugian negara hingga Rp 8.994.374.305.
 
“Jumlah rokok yang disita sebanyak 18.656.242 batang sigaret kretek mesin. Rokok buatan tangan sebanyak 4.976 batang,” kata Rini, Rabu, 20 November 2019.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif