Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta bersama pemimpin daerah melepas petugas yang akan membagikan masker dan paket sembako untuk memperingati HUT RI, Jumat, 14 Agustus 2020. ANTARA/Firman
Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta bersama pemimpin daerah melepas petugas yang akan membagikan masker dan paket sembako untuk memperingati HUT RI, Jumat, 14 Agustus 2020. ANTARA/Firman

Masyarakat Kalsel Diajak Bangkit dari Pandemi Covid-19

Nasional Virus Korona
Antara • 14 Agustus 2020 18:31
Banjarmasin: Polda Kalimantan Selatan beserta jajaran mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI untuk bangkit dari pandemi covid-19. Kapolda Kalsel, Irjen Nico Afinta, mengatakan semua situasi bisa diatasi dengan semangat dan tekad yang kuat.
 
"Dengan semangat Kemerdekaan RI ke-75 ini, kita jalin solidaritas dengan terus berjuang tanpa pamrih dan penuh dedikasi kepada bangsa dan negara untuk bersatu padu dan bergotong royong menghadapi permasalahan bangsa ini, khususnya dalam menanggulangi pandemi covid-19," kata Nico di Banjarmasin, Jumat, 14 Agustus 2020.
 
Baca: Pemprov Jabar Upayakan Pemulihan Travel Haji dan Umrah

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masyarakat Kalsel Diajak Bangkit dari Pandemi Covid-19
Kapolda Kalsel, Irjen Nico Afinta, menyerahkan bantuan secara simbolis, Jumat, 14 Agustus 2020. Dokumentasi/ istimewa
 
Dia menjelaskan dampak akibat pandemi covid-19 ini sangat besar, khususnya dalam aspek ekonomi dan sosial yang berimbas pada masyarakat kecil. Untuk itu dalam menyambut HUT RI, Polda Kalsel menyelenggarakan bakti sosial dan bakti kesehatan kepada anggota yang sakit permanen secara door to door sekaligus memberikan motivasi agar tetap mempunyai semagat sembuh.
 
Selain itu 1 juta masker dan 1.000 paket sembako juga dibagikan secara serentak kepada warga kurang mampu di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data di Provinsi Kalimantan Selatan kasus positif covid-19 tercatat sebanyak 6.889 orang dengan korban meninggal sebanyak 312 jiwa.
 
"Bansos ini menyasar masyarakat umum, panti asuhan, pondok pesantren, panti jompo, pertuni, warakawuri dan personel Polri yang mengalami sakit permanen," jelas Nico.
 


 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif