Sejumlah anak memanfaatkan areal persawahan yang terdampak kekeringan untuk bermain bola di Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. NT/RAISAN AL FARISI
Sejumlah anak memanfaatkan areal persawahan yang terdampak kekeringan untuk bermain bola di Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. NT/RAISAN AL FARISI

Kulon Progo Siaga Darurat Kekeringan Hingga November

Nasional kemarau dan kekeringan
Ahmad Mustaqim • 01 September 2020 13:12
Kulon Progo: Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menetapkan status siaga tanggap darurat kekeringan. Status dikuatkan oleh Surat Keputusan (SK) Bupati Kulon Progo nomor 281/A/2020 tentang Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Kekeringan di Kulon Progo, berlakukan sejak 1 Agustus hingga 30 November.
 
"Debit air di Kulon Progo sudah turun. Hasil analisis BMKG, Agustus-September puncak musim kemarau," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Ariadi saat dihubungi, Selasa, 1 September 2020.
 
Baca: Puluhan Warga di Tangsel Terjaring Razia Masker

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ariadi menjelaskan ada beberapa desa yang sudah kesulitan air bersih. Di antaranya Desa Banjararum yang terdiri dari lima dusun. Kemudian Desa Pendoworejo terdapat enam dusun. Ia mengatakan sudah sekitar 1.300 jiwa terdampak kekeringan.
 
Menurutnya kebutuhan air bersih bisa diambil dari Waduk Sermo lantaran debit air di waduk tersebut masih aman selama kemarau. "Daerah yang sebelumnya kekeringan ada yang sudah terjangkau PDAM dan SPAMDes," jelas Ariadi
 
Dia mengatakan sejumlah skema anggaran disiapkan untuk menangani dampak kekeringan, seperti dari APBD dan sejumlah sumber pendanaan lain. Bila terjadi kekurangan akan diambilkan dari pos biaya tak terduga (BTT).
 
Selain itu sejumlah instansi juga bersedia membantu kebutuhan air bersih, seperti Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulon Progo. Instansi tersebut sudah rencana pengiriman 250 tangki air bersih dari APBD DIY.
 
Ia menambahkan bila kekeringan berpotensi parah akan dilakukan penanganan cepat, terpadu, dan tepat. "Bila kondisi (kekeringan) patah, bisa saja kita menaikkan status, dari siaga darurat menjadi tanggap darurat," ujarnya.
 
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo, Edi Wibowo, mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah tingkat kecamatan. Koordinasi ini untuk mengirimkan bantuan air bersih.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif