Keributan keluarga pasien dengan sekuriti rumah sakit Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Dok. Istimewa.
Keributan keluarga pasien dengan sekuriti rumah sakit Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Dok. Istimewa.

Informasi Pasien Tusuk Nakes di Semarang Hoaks

Nasional polri hoax Rumah Sakit covid-19 pandemi covid-19
Siti Yona Hukmana • 24 Juli 2021 14:22
Jakarta: Beredar informasi seorang pasien menusuk tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Polisi memastikan informasi itu hoaks.
 
"Berita ada penusukan nakes adalah tidak benar, yang ada adalah keributan karena kesalahpahaman antara keluarga korban covid-19, satpam, dan nakes di rumah sakit tersebut," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 24 Juli 2021.
 
Iqbal menuturkan keributan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Gunawan Mangunkusmo (GM) atau Rumah Sakit Umum di Ambarawa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB pada Jumat, 23 Juli 2021. Insiden terjadi di depan ruangan Anyelir RS GM Ambarawa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada dua orang pihak keluarga pasien yang terlibat keributan. Kedua orang itu ialah Nurul Anwar Sholeh dan Ahmad Nahilah.
 
Polisi memeriksa sejumlah saksi buntut insiden itu. Mereka ialah keluarga pasien covid-19 Reva Agil Dwi Saputro, dua perawat Sinta M Pertiwi dan Eddy Gunadi, serta sekuriti rumah sakit, Amir Mahmut.
 
Iqbal menyebut pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit bernama Nur Hidayah. Dia kakak kandung Reva Agil.
 
"Nur Hidayah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit," ujar Iqbal.
 
Baca: Menkominfo Ingatkan Platform Medsos Aktif Atasi Hoaks Covid-19
 
Keluarga korban ingin mengetahui kondisi jenazah dan meminta nakes memfotokan. Namun, ditolak sekuriti.
 
Kemudian, perawat memakai alat pelindung diri (APD) datang serta bersedia membantu memfotokan sambil memberikan edukasi terkait protokol dalam pemulasaraan jenazah dan penyebab kematian. Setelah mendapat penjelasan dari perawat, keluarga menerima dan mengikhlaskan.
 
"Kesalahpahaman terjadi saat Nurul Anwar Sholeh baru tiba dan berdebat dengan salah satu sekuriti tentang masalah minta foto dan mengatakan kepada sekuriti 'fotokno, piro-piro tak bayar'," ungkap Iqbal.
 
Sekuriti tak terima perkataan Nurul Anwar. Akhirnya, mereka adu badan dan cekcok. Nurul Anwar memiliki kebiasaan memegang gunting dan menusukkan ke meja untuk meredam emosi.
 
Sekuriti dan perawat mencoba merebut gunting itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, perlawanan dari Nurul Anwar membuat gunting itu patah.
 
"Gunting melukai tangan Nurul Anwar dan perawat yang mencoba mengambil gunting tersebut," beber Iqbal.
 
Iqbal mengatakan situasi rumah sakit sudah kondusif. Pihak rumah sakit belum membuat laporan resmi. Namun, meminta bantuan untuk memfasilitasi pertemuan dengan pihak keluarga almarhum pasien covid-19.
 
"Untuk diberikan edukasi. Pertemuan direncanakan hari ini Sabtu, 24 Juli 2021," tutur Iqbal.
 
Informasi penusukan terhadap nakes disampaikan salah satu akun Twitter @infoungaran. Dalam unggahan itu terdapat narasi, keluarga pasien menusuk nakes dengan gunting karena tidak mau pasien dikubur secara prokes. Lokasi Rumah Sakit Gunawan Mangunkusumo (RSUD Ambarawa).
 
"Kronologi: pasien datang kondisi sudah buruk, mau dimasukkan ke ruang isolasi. Namun, keluarga mencegah sampai mau memukul nakes," demikian narasi dalam unggan akun Twitter tersebut.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif